fbpx
Connect with us

Sosial

Bangkitkan Wirausaha Berbasis Masyarakat, BLK Berikan Pelatihan Bidang Boga

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pengembangan bakat dan potensi masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosari. Salah cabang pelatihan yang diberikan berkaitan dengan tata boga atau urusan masak memasak. Pada era sekarang ini, boga cukup diminati oleh orang pasalnya memiliki peluang yang menjanjikan.

Pasalnya dengan berkembangnya pariwisata ataupun bidang lainnya, bidang kuliner juga menjadi salah satu yang banyak dicari. Terlebih inovasi dan kratifitas dalam mengolah makanan yang unik, menjadi suatu hal yang dapat menarik minat konsumennya.

Membaca peluang seperti ini, BLK memberikan pelatihan bagi para peserta pelatihan untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang boga atau kuliner. Ada belasan peserta yang ikut dalam bidang ini, mereka diajari beragam olahan khususnya kue dan roti. Dengan bahan yang sederhana bahkan juga menggunakan bahan yang ada dilingkungan misalnya hasil pertanian warga.

Subbag TU BLK Wonosari, Eko Susilo mengungkapkan boga memang menjadi salah satu bidang yang diminati oleh para peserta. Terlebih perempuan yang memiliki minat untuk mengolah makanan. Mayoritas dari mereka merupakan anak muda, menurutnya pelatihan ini selain memberikan teknik dasar juga untuk mengasah inovasi dan kreatifitas mereka dalam membuat olahan.

“Sesuai dengan tema menggunakan hasil pertanian tapi juga diimbangi dengan bahan pokok umumnya. Mereka kami latih untuk berinovasi, melihat di pasaran itu apa yang sedang laku kemudian mereka kami dorong untuk membuat dan mengembangkan dengan inovasi mereka sendiri,”ujar Eko Susilo.

Adapun menurutnya, olahan makanan yang tampilannya menarik dengan kreatifitas yang tinggi dan diimbangi dengan kualitas yang baik pula jutru memiliki tempat di pasaran tersendiri. Ia mencontohkan, sekarang ininjustru tampilan yang diburu oleh para konsumen maklum saja era digitalisasi ini banyak yang suka memposting apa yang mereka beli di media sosial mereka.

“Mayoritas dari peserta memang muda-muda. Selain teknik dasar mereka juga kami ajari bagaimana cara pemasarannya. Tentu dari BLK tidak sendiri ada instruktur yang melakukan pendampingan dan memberikan arahan,”jelasnya.

“Dari pelatihan yang diberikan harapan kami (pemerintah) mereka bisa membuka usaha sehingga juga membuka lapangan pekerjaan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar,” imbuh dia.

Sementara itu, instruktur pelatihan boga, Tri Wulandari mengatakan, dirinya berkomitmen membantu mengembangkan kemampuan para peserta ini. Menurutnya, dalam pelatihan ini mereka sama-sama belajar bahaimana mengembangkan ide terlebih dibidang makanan seperti kue, roti maupun olehan makanan.

“Saya juga lebih tekankan untuk menumbuhkan semagat mereka. Jadi seorang ibu rumah tangga yang produktif untuk membantu perekonomian terlebih kondisinya seperti ini. Kita (perempuan) harus lebih inovatif lagi,” terang perempuan asal Semin itu.

Selain teknik dasar ia juga mengajarkan cara membidik pasaran. Misalnya di mana olahan akan dipasarkan, apakah untuk menengah ke bawah, atau menengah keatas. Kualitas menjadi hal utama.

“Ini kemarin sudah diajari bagaimana basicnya, tekniknya bagaimana. Dalam pertemuan kedepan juga akan saya berikan materi bagaimana mengolah bahan yang bisa ditemukan di lingkungan dengan nilai jual yang tinggi. Contohnya olahan mocaf atau yang kekinian olahan cake kelpon itu kan nilai jualnya lebih dari olahan biasa,”terang pemilik usaha @raffa_s_cake itu.

Seorang peserta pelatihan, Etik Supriyanti mengatakan, ia mengikuti pelatihan di BLK untuk mengembangkan kemampuannya dalam membuat kue dan roti. Ia memiliki kejnginan setelah mrndapatkan sertifikat di BLK akan membuka usaha di sekitar rumahnya.

“Pelatihan ini menjadi titik awal saya untuk membuka usaha. Jadi rencananya setelah lolos pelatihan saya mau buat usaha kue, sekarang kan banyak dicari oleh orang. Terlebih kalau ada hajatan itu kan rame kemudian di wilayah saya (Bleberan) masih jarang yang usaha seperti ini,” ucap dia.

“Itung-itung mengasah kemampuan dan memberikan peluang pekerjaan bagi sekitar rumah. Ya mungkin juga bisa berkembang ke olahan lain, nanti cari referensi yang sekiranya unik dari segi bahan dan olahan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler