fbpx
Connect with us

Sosial

Banjir Besar di Gunungkidul, Jalur Jogja- Wonosari Sempat Lumpuh

Diterbitkan

pada

BDG

Patuk,(pidjar.com)–Hujan deras yang terjadi di hampir semua wilayah di DIY sejak Senin petang (27/11) hingga Selasa (28/11/2017) malam mengakibatkan sejumlah wilayah terjadi bencana. Banjir besar sempat merendam ratusan rumah warga di sejumlah wilayah. Tak hanya terpapar bencana banjir, warga juga disibukan dengan adanya bencana tanah longsor dan pohon. Akibat banjir serta tanah longsor yang terjadi, jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten lainnya baik jalur utama Jogja – Wonosari maupun jalur alternatifnya bahkan sempat terputus total.

Di Gunungkidul, sebanyak 85 KK dengan jumlah jiwa 400 warga terisolir lantaran banjir yang menerjang jembatan Oya, tepatnya di Dusun Bojing Desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo. Tim Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul hingga tadi malam masih belum bisa melakukan evakuasi lantaran satu-satunya jalur, yaitu jembatan Gelaran menuju dusun tersebut tidak bisa dilewati. ”Sementara komunikasi kita hanya lewat jalur telepon seluler. Kita belum bisa mendektai lokasi karena air sudah di atas jembatan,” terang Kepala Seksi kedaruratan dan logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono tadi malam.

Berita Lainnya  Promosikan Produk UMKM Daerah, Pemerintah Gelar Gunungkidul Expo 2023

Dijelaskannya, pihaknya hanya bisa menunggu air surut sehingga jalur jembatan bisa dilewati untuk memberikan bantuan permakanan bagi warga di dusun tersebut.” Di dusun Bojing terdapat 28 balita. Saat ini kita masih terus komunikasi untuk mengetahui kondisi para warga termasuk balita,” ulasnya.

Selain 400 jiwa yang hingga kini terisolasi, BPBD Gunungkidul juga mencatat sebanyak 42 titik bencana terjadi di berbagai wilayah di Gunungkidul. Satu warga hingag atdi malam dilaporkan hilang dna diduga hanyaut etrbaw arus sungai Oya yang cukup deras.” Korban atas nama Ngatimin, 25, warga dusun Soka, Desa Mnterleu Gedangsari,” lanjutnya.

Di Kecamatan Tanjungsari, gedung SMKN 1 Tanjungsari jug terendam hingga atap sehingga hanya terlihat gentingnya saja. Upaya evakuasi peralatan sudah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB karena sejak pagi sudah terjadi tanda-tanda genangan air terus meninggi dna hujan tidka kunjung reda.”Sekolah kami memang menjadi langganan banjir, jadi kita siap siap evakuasi,” ucap kepala Sekolah setempat Sugiyarto.

Berita Lainnya  Gunungkidul Bisa Hasilkan Garam Kwalitas Premium

Sementara, jalur jalan dari Yogyakarta menuju Gunungkidul hingga tadi malam juga lumpuh total. Beberapa ruas jalan tidak bisa dilewati karena genangan air yang cukup tinggi, banyak pohon tumbang hingga tanah longsor sehingga membahayakan pengguna jalan.

Petugas Satlantas akhirnya memutuskan menutup semua ruas jalan baik masuk dan keluar Gunungkidul. Hal ini lantaran jembatan utama jalan nasional di Bunder, Patuk Gunungkidul airnya meluap hingga melewati badan jalan dengan ketinggian lebih dari satu meter. Di sekitar jembatan ini lima rumah terendam hingga lebih dari dua meter. Begitu pula beberapa jalur alternatif yang tidak bisa dilalui lantaran membahayakan.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan, pihaknya belum bisa mematsikan kapan membuka jalur menuju Gunungkidul.” Hampir semua jalan tidak bisa dilewati. Jadi kami berharap semua warga waspada dan memilih menunda keluar dan masuk ke Gunungkidul sampai dengan kondisi jalur memungkinkan. Semua tergantung curah hujan,” tandasnya.

Berita Lainnya  Asuransi Pertanian Tak Kunjung Diminati, Dinas Terus Gencarkan Sosialisasi

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler