fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Baru Ada di Girisubo, Pemkab Akan Perbanyak Unit Penyalur BBM Untuk Nelayan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kelautan merupakan salah satu potensi besar bagi Kabupaten Gunungkidul. Dengan perairan yang membentang sepanjang ratusan kilometer, tentunya sektor ini sangat menjanjikan jika digarap secara maksimal. Berbagai macam kemudahan dan fasilitas terus diberikan kepada para nelayan yang menjadi ujung tombak sektor ini.

Salah satunya adalah dengan membuat sub penyalur BBM di kawasan pesisir. Hal ini merupakan upaya untuk mempermudah nelayan Gunungkidul dalam mengakses Bahan Bakar Minyak (BBM). Saat ini, sudah terbentuk sub penyalur BBM di Kalurahan Pucung dan Kalurahan Banyusoca ,Kapanewon Girisubo. Dua unit sub penyalur BBM khusus kepada nelayan ini dikelola mandiri dan satu lagi dikelola oleh BUMDes Kalurahan Pucung.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Virgilio Soriano menuturkan, pembentukan sub penyalur BBM tersebut bertujuan untuk memudahkan para nelayan dalam mendapatkan BBM. Dalam hal ini, nelayan tak lagi harus menempuh perjalanan yang jauh maupun biaya ekstra untuk mendapatkan BBM dari SPBU yang terletak cukup jauh.

“Sudah beberapa waktu ini dua sub penyalur BBM di kawasan pesisir beroperasi. Sangat membantu sekali dalam pemenuhan kebutuhan nelayan,” ucap Virgilio, Kamis (18/03/2021).

Adapun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harga BBM yang disediakan sama dengan harga BBM pada umumnya. Ada kesepakatan di mana BBM yang dijual oleh unit penyalur BBM ini hanya diperuntukkan bagi nelayan.

“Setiap harinya mencukupi kebutuhan para nelayan di lapangan,” tambahnya.

Ke depan, untuk memperluas jangkauan, pemerintah juga bermaksud melakukan perluasan pembentukan sub penyalur BBM di kawasan pesisir selatan lainnya. Pasalnya selama ini seperti di Kapanewon Panggang maupun Tanjungsari dan lainnya masih terletak cukup jauh dari SPBU.

“Iya sedang komunikasi untuk perluasan dengan memperbanyak unit seperti ini di lapangan,” jelas dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk ketentuan calon penyalur yang bisa mendaftar adalah wajib memiliki lahan dan menyediakan tempat tampungan. Baru dari situ lalu didaftarkan ke Pertamina dan akan dilakukan verifikasi kelayakan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler