Connect with us

Sosial

Baru Pertama Kali Tampil di Ajang Nasional, Kontingen Gunungkidul Sabet Gelar Terbaik Kedua se-Indonesia

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kontingen Drumband Gunungkidul semakin menampakkan eksistensi dan prestasi. Drum Corps Gema Dhaksinarga berhasil menyabet 2 medali emas dan satu medali perunggu dalam kejuaraan tingkat Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Atas hasil ini, grup drum band terbaik di Gunungkidul ini berhasil menduduki peringkat kedua dalam kejuaraan umum. Sebuah prestasi yang membanggakan lantaran selain berhasil mengalahkan perwakilan dari belasan provinsi lainnya, Drum Corps Gema Dhaksinarga ini baru pertama mengikuti ajang berlevel nasional semacam ini.

Staff pelatih Drum Corps Gema Dhaksinarga, Sidiq Jefry Hendrixko mengatakan, capaian ini cukup membuat pihaknya bangga sekaligus kaget. Mengingat persaingan yang teramat ketat, pihaknya tentu tidak menyangka jika kemudian mampu menduduki peringkat kedua dalam ajang bergengsi di tingkat nasional itu. Sejak awal sendiri, pihaknya tidak menargetkan apapun mengingat segala keterbatasan yang ada.

Namun ia tak menampik bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras seluruh anggota tim. Sejak beberapa bulan terakhir, pihaknya menggenjot latihan agar nantinya dapat memberikan penampilan terbaik.

Berita Lainnya  Dirasa Sudah Terlalu Banyak dan Tidak Efektif, 15 % SD di Gunungkidul Akan Digabung

“Alhamdullilah ternyata membuahkan hasil yang memuaskan dan membanggakan. Hasil ini untuk masyarakat Gunungkidul,” ucap dia, Senin (10/12/2018) siang.

Adapun 2 medali emas yang berhasil dikantongi yakni pada nomor lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris mix 8000, kemudian lomba berbaris jarak pendek 800 meter putra. Sedangkan medali perunggu diperoleh dari lomba berbaris jarak pendek (putra putri) 800 meter.

“Luar biasa memang, kami sendiri sempat tidak ada gambaran. Namun kami tekankan untuk dapat menampilkan yang terbaik,” ucap Sidiq Jefry Hendrixko.

Tema mengedepankan dan mempromosikan potensi daerah pun juga diikutsertakan dalam penampilan tim Gunungkidul. Sebagai pemuda DIY yang memiliki segudang budaya dan tradisi, dalam beberapa kali penampilan pihaknya mengusung tema Kejawen. Para anggota tim tampil menggunakan pakaian adat Jawa. Meski berpenampilan menggunakan pakaian adat, namun tidak mengganggu penampilan dalam baris berbaris maupun lomba lain.

Dalam mengikuti kejuaraan ini, Drum Corps Gema Dhaksinarga tidak hanya terdiri dari satu sekolah. Melainkan gabungan dari beberapa sekolah dan universitas di DIY. Mayoritas memang berasal dari SMK dan SMA yang siswanya dianggap memiliki kemampuan yang tinggi. Seperti perwakilan dari SMK Negeri 1 Saptosari, SMKN 1 Wonosari, SMK N 2 Wonosari dan beberapa mahasiswa dari UNY, UGM maupun UGKY.

Berita Lainnya  45 Tahun Merekam Indonesia, Pameran ARCHIVEPELAGO Hadirkan Tapak Kreatif Garin Nugroho dalam Arsip dan Karya

Proses seleksi untuk mempersiapkan ajang ini pun cukup ketat dan panjang. Selama berbulan-bulan berlatih akhirnya dapat mengharumkan nama DIY dan khususnya Gunungkidul. Para peserta yang tergabung dalam kontingen ini ditekankan untuk dapat menampilkan yang terbaik. Tak hanya dukungan dari pemerintah daerah yang semakin mendorong para peserta, namun dari masyarakat Jogja yang tinggal di wilayah Banjarmasin pun juga memberikan dukungan penuh.

“Apresiasi mereka (perantau) luar biasa. Selama lomba itu kami mendapat dukungan penuh,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan drumband merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di Gunungkidul. Tentu dengan adanya capaian prestasi ini, semakin mendongkrak popularitas Gunungkidul di bidang olahraga. Pihaknya sangatlah mengapresiasi usaha dari masing-masing peserta.

“Kalau sejak dulu memang drumband mampu mendulang prestasi yang baik. Sehingga terbukti usaha kami semua dalam memberikan pelatihan secara berjenjang,” ucap dia.

Dalam ajang nasional ini, memang baru pertama kalinya Gunungkidul mewakili DIY. Menurut Bahron, hasilnya ternyata juga tidak mengecewakan di mana perwakilan Gunungkidul menduduki peringkat kedua juara umum secara nasional. Sehingga dengan demikian diharapkan dapat menjadi tombak kekuatan dunia olahraga di Gunungkidul khususnya drumband.

Berita Lainnya  Tak Terima Dicoret Dari Daftar Caleg, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Ajukan Permohonan Sengketa ke Bawaslu

Di sisi lain juga dapat menjadi sebuah dorongan bagi sekolah untuk lebih menggiatkan drumband di masing-masing sekolah. Prestasi brilian ini diharapkan Bahron menjadi acuan bagi atlet lain untuk dapat mengikuti jejak ini serta sebagai cambuk untuk peningkatan kualitas. Adapun nantinya, dari pemerintah daerah juga akan memberikan penghargaan bagi atlet dan pelatih berprestasi sebagai bentuk apresiasi daerah.

“Mari kita tunjukkan bersama mengenai kemampuan yang dimiliki. Ini nantinya juga sebagai sebuah persiapan mengikuti Porda 2019 kalau tahun kemarin juga sudah menduduki juara, mudah-mudahan lah dapat semakin meningkat prestasinya,” tutup Bahron.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler