Sosial
Belasan KK Calon Transmigran Gagal Berangkat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunda rencana pengiriman transmigran yang akan diberangkatkan tahun ini. Pembatalan ini sendiri telah diumumkan oleh pemerintah sejak awal terjadi pandemic covid 19 yang juga melanda di Indonesia. Pertimbangan kesehatan dan beragam hal menjadi salah satu faktor ditundanya rencana pengiriman transmigran dari Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Bidang Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Wahid memaparkan, pada tahun 2020 ini, Gunungkidul mendapatkan kuota sebanyak 15 KK yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah di luar Jawa. Dari kuota tersebut, sudah ada 13 KK yang mendaftar dan siap berangkat. Mulanya, pemerintah bekerjasama dengan lembaga tertentu akan melakukan seleksi administrasi dan memberikan pelatihan terlebih dahulu.
Namun belum juga tahapan itu dilalui, wabah corona telah menyebar luas di berbagai daerah. Maka dari itu, pemerintah kemudian melakukan penundaan terlebih dahulu dengan berbagai pertimbangan.
“Mereka akan diberangkatkan pada tahun 2021 kalau tidak ada perubahan,” jelas Wahid, Selasa (07/07/2020).
Pelatihan yang dimaksud yakni berkaitan dengan memperdalam dan mengasah lagi kemampuan bercocok tanam atau bidang pertanian. Mengingat mereka yang mengikuti program ini akan diberikan lahan pertanian untuk dikembangkan. Beberapa daerah yang menjadi tujuan transmigrasi yakni Kalimatan Utara, Sulawesi, Sumatera dan sejumlah daerah lainnya.

“Mereka kan ada kontrak sekitar 10 tahun harus tunggal di daerah tersebut. Mengembangkan pertanian di sana. Untuk kondisi geogafisnya pun berbeda-beda, ada yang sama seperti di Gunungkidul bahkan ada yang lebih subur,” tambah dia.
Mayoritas memang peserta transmigrasi lebih minat ke suatu daerah di Kalimantan utara. Pasalnya kondisi tanah di sana lebih muda untuk diolah pertanian.
“Untuk kuota 2021 kita belum tahu juga masih dibahas di pemerintah pusat. Yang jatah 2020 ini saja belum tentu diberangkatkan 2021 juga melihat kemampuan anggaran pemerintah,” terang dia.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, mereka yang memilih untuk ikut program transmigrasi ini untuk memperbaiki kondisi ekonomi meraka. Namun tak jarang peserta yang ikut dalam program transmigrasi ini juga dari mereka yang masuk dalam kategori mampu.
“Mengembangkan ekonomi dan skill dalam pertanian. Biasanya dari mereka juga ada yang kembali ke Gunungkidul dan ada juga yang menetap disana selama hidup mereka,” tutup Wahid.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
