fbpx
Connect with us

Sosial

Empat Penyebab Belasan Kasus Positif Covid19 di Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kasus positif covid19 di Gunungkidul saat ini telah menyentuh angka 14 orang. Dari jumlah ini, mayoritas kasus positif yang terjadi adalah merupakan cluster Kecamatan Wonosari yang menyumbang 11 kasus. Sementara untuk 3 kasus lainnya tak berdampak besar dan bahkan tak sempat menyebar secara massif.

Adapun 1 kasus positif di Kecamatan Ponjong serta Playen yang merupakan 2 kasus pertama adalah kasus yang masing-masing berdiri sendiri. Tak ada dampak penyebaran yang terpantau oleh Dinas Kesehatan. Sementara untuk cluster Wonosari berdasarkan hasil penelusuran telah menyebar sehingga berkembang menjadi 11 kasus. Sementara untuk satu kasus baru di wilayah Tanjungsari, diduga berasal dari perjalanan luar wilayah dan tak terkait dengan cluster Wonosari.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan, pihaknya tak menampik bahwa mayoritas kasus positif disebabkan oleh cluster Wonosari. Adapun berdasarkan penelurusan dinas, cluster ini dipicu oleh salah seorang peserta tabligh di luar daerah. Namun begitu, saat disinggung lebih jauh, Dewi enggan memaparkan lebih jauh.

“Ada keterkaitan antara kasus ke 3 hingga ke 13,” papar Dewi, Rabu (06/05/2020).

Ia beberkan lebih lanjut, sementara untuk kasus ke-14 yang merupakan warga Tanjungsari disebut Dewi merupakan kasus terpisah dari cluster Wonosari. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan keluar kota.

Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri menurut Dewi telah melakukan tracing berkaitan dengan kasus anyar ini. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan rapid tes kepada 2 anggota keluarga yang terkait dengan kasus 14. Namun begitu pihaknya belum menerima hasil dari rapid test ini.

“Dua berkaitan dengan keluarga sudah di rapid tes,” kata dia.

Sebelumnya, Dewi sempat memaparkan, untuk kasus pertama dan kedua yang merupakan warga Kecamatan Ponjong dan Playen disebut terjadi setelah adanya perjalanan keluar kota yang dilakukannya. Kasus pertama di Kecamatan Ponjong, yang bersangkutan sempat beberapa waktu bekerja di Jakarta. Selepas mengalami kecelakaan kerja, warga tersebut pulang ke Ponjong dan kemudian mengeluh sakit.

Sementara untuk kasus kedua merupakan anggota kepolisian warga Kecamatan Playen. Yang bersangkutan usai menjalani pendidikan sempat memiliki riwayat perjalanan keluar kota. Berselang beberapa saat kemudian, ia mengeluhkan sakit.

Adapun untuk 2 kasus pertama ini, tidak sampai menyebar dan memicu cluster sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Wonosari.

Ia menambahkan, secara umum hingga saat ini, telah terjadi 14 kasus positif di Gunungkidul. Sementara, sebanyak 12 orang yang hasil rapid tesnya positif masih diisolasi di RSUD Saptosari.

“Untuk jumlah PDP ada 71, total diambil spesm ada 84. Sedangkan untuk ODP akumulasi ada 1013,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Gunungkidul, Immawan Wahyudi menambahkan, terkait perkembangan wacana penggunaan Gedung PDHI di Desa Logandeng, Kecamatan Playen sebagai lokasi isolasi untuk sementara ditunda. Pemerintah untuk sementara akan mengandalkan model karantina mandiri.

“Kita maksimalkan dulu model yang dilakukan masyarakat dengan Karantina Mandiri. Ini karantina yang sungguh-sungguh berbasis kearifan masyarakat. Ada tiga desa yang beri contoh yang baik ini yakmi Karangasem, Selang dan Panggang. Warga masyarakat bukan hanya menerima apa adanya terhadap warga lain yang rapid testnya reaktif dengan tulus hati, tapi mereka juga gotong royong menanggung konsumsi selama warganya sedang dikarantina. Di samping sepenuhnya didukung oleh Pemdes dan warga secara umum, anak muda di desa itu yang jadi penggeraknya. Ini benar-benar Gunungkidul banget, ini yang ingin kita contoh,” beber Immawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler