fbpx
Connect with us

Sosial

Bencana di Bulan Juli, Angka Kematian Covid19 Meningkat Hingga 4 Kali Lipat

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Kematian pasien covid19 pada bulan Juli di Gunungkidul melambung sangat tinggi. Menurut data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, akumulasi kematian pasien covid19 dari awal Juli hingga 30 Juli 2021 ini tercatat 483 kasus. Jumlah ini jauh lebih tinggi daripada kematian pasien covid19 pada bulan Juni yang berkisar pada 115 kasus dan pada bulan Mei 2021 sebanyak 19 kasus. Peningkatan angka kematian sendiri mencapai lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tingkat kematian yang terjadi sendiri berbanding lurus dengan melonjaknya kasus harian covid19 di Gunungkidul. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli 2021 lalu tak cukup untuk membendung kematian akibat covid19 di Gunungkidul.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menerangkan, pihaknya memang memantau secara serius terjadinya peningkatan drastis kematian pada bulan Juli kematin. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pihaknya untuk bekerja lebih keras lagi dalam menanggulangi pandemi covid19 di Gunungkidul agar tidak jatuh lebih banyak korban.

“Tentu ini akan menjadi bahan untuk evaluasi kami bersama dalam menanggulangi covid19. Kami akan berusaha mencari penyebabnya dan berupaya agar ke depannya dapat diantisipasi,” terang Dewi, Senin (02/08/2021) siang.

Kenaikan kematian pasien covid19 hingga 4 kali lipat pada bulan Juli ini dimungkinkan disebabkan karena beberapa faktor. Seperti banyaknya klaster penularan covid19 yang terjadi tak sebanding dengan jumlah ketersediaan tempat tidur bagi pasien covid19 di rumah sakit. Selain itu, puluhan tenaga medis di sejumlah fasilitas kesehatan juga sempat terpapar covid19 dan sempat melambungnya kebutuhan oksigen bagi pasien covid19 di tengah kurangnya pasokan. Sebagaimana diketahui, oksigen merupakan salah satu kebutuhan pokok para penderita lantaran karakteristik covid19 yang memang menyerang paru-paru penderitanya.

“Kalau untuk saat ini, ketersediaan tempat tidur bagi pasien covid19 mencapai 86%,” sambung Dewi.

Selama bulan Juli, selain kematian yang melambung tinggi, penambahan kasus aktif mencapai 7.134 kasus. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien covid19 selama bulan Juli mencapai 7.000 orang.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul, Iswandoyo, mengungkapkan jika pihaknya pada pada bulan Juli telah memakamkan 85 pasien covid19. Sebanyak 40 pasien diantaranya meninggal saat sedang menjalani isolasi mandiri.

“Dari tanggal 1 sampai 29 Juli 2021 kemarin, kami catat sudah melakukan 85 pemakaman jenazah konfirmasi covid19, 40 diantaranya meninggal saat isoman,” jelas Iswandoyo.

Tingginya aktivitas pemakaman oleh tim dari PMI membuat stok APD yang dimilikinya mulai menipis. Hal ini tentunya akan mengganggu aktivitas ke depannya jika segera tidak ada kiriman APD. Selain itu beberapa kendala yang dihadapi jika dalam satu waktu terdapat dua atau lebih tempat pemakaman yang berbeda, hal itu membuat petugas kewalahan.

“Biasanya kami dapat APD dari BPBD Gunungkidul dan PMI DIY. Kalau untuk kendala saat ada tempat pemakaman yang berbeda namun satu waktu, terkadang petugas tidak bisa istirahat,” sambung dia. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler