fbpx
Connect with us

Pariwisata

Berawal Dari Pembangunan Jalan CSR BUMN, Pantai Widodaren Kini Jadi Rebutan Investor dan Warga

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar.com)–Dikembangkannya Pantai Widodaren yang berada di Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari oleh investor terus menuai polemik dengan warga. Adapun konflik sendiri telah terjadi sejak beberapa waktu silam. Teror hingga penutupan akses jalan yang diterima oleh warga penolak membuat konflik sendiri terus meruncing.

Rabu (11/05/2022) kemarin, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Widodaren mendatangi Pemerintah Kalurahan Kanigoro untuk meminta kejelasan nasib mereka usai dikembangkannya pantai tersebut oleh pihak ketiga. Pemerintah Kalurahan Kanigoro sendiri dianggap memiliki andil lantaran telah menyewakan tanah kas desa seluas 12.000 meter persegi di kawasan pantai kepada investor untuk dikembangkan menjadi taman berbayar.

Ketua Pokdariws Pantai Widodaren, Marjianto menceritakan potensi pantai ini telah diketahui warga sejak lama. Tahun 2015 silam warga mulai babat alas untuk mengembangkan pantai tersebut. Bahkan secara swadaya, masyarakat membangun jalan sepanjang 2 kilometer dengan maksud untuk memudahkan akses wisatawan. Sebagian dari jalan ini sendiri menggunakan lahan pribadi mereka.

Berita Lainnya  Pasien DBD yang Ditangani Rumah Sakit Terus Bertambah

Seiring dengan berjalannya waktu, seorang petinggi Bank BUMN menawarkan CSR untuk pembangunan jalan beserta ruko dengan anggaran yang lumayan besar. Warga yang tertarik dengan bantuan ini akhirnya setuju untuk dilakukan pembangunan akses jalan dan ruko untuk memajukan Pantai Widodaren. Namun kemudian seiring berjalannya waktu, ada beberapa hal yang dirasa tidak sesuai dengan kesepakatan.

Saat ini, terdapat pemortalan akses jalan yaitu dengan adanya gerbang besi yang ditutup. Masyarakat pun merasa hal itu tidak tepat sebab mereka dan wisatawan tidak bisa masuk ke kawasan pantai.

“Penutupan akses jalan ini yang kami permasalahkan. Kami meminta portalnya dibuka sehingga kami bisa masuk,” terang Marjianto usai pertemuan dengan Lurah Kanigoro.

“Selain itu, nantinya bagaimana dengan nasib kami ke depannya? Padahal kita yang merintis sejak awal,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Kanigoro, Suroso menambahkan jika selama ini tidak ada pemortalan di jalan tersebut. Hanya ada misskomunikasi saja yang terjadi dengan masyarakat. Berkaitan dnegan portal atau pintu yang sering ditutup, Pemdes siap untuk membukanya.

“Tidak ada pemortalan jalan, ini hanya salah paham saja. Kami siap membukanya, sudah ada kesepakatan ini,” terang Suroso.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berkaitan dengan akses jalan, nantinya hanya akan ada satu jalur yaitu di jalan yang telah tersedia. Dari pintu masuk wisatawan akan diarahkan lewat ruko-ruko yang dibangun dengan CSR, kemudian menuju pantai dan kembalinya dengan jalan yang sama.

Berita Lainnya  Material Tinggal Serah Terima, Pembangunan Jembatan Wonolagi Yang Sempat Mandheg Akan Segera Dilanjutkan

CSR dari Bank BUMN ini dulunya akan dibangun ruko 44 unit dengan ukuran 4×3 meter. Namun sebelum dibangun ada perubahan menjadi 73 unit lantaran penambahan jumlah anggota Pokdarwis sehingga ukuran diperkecil. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing warga bisa mendapatkan ruko.

“Terkait ruko ini, kalau masyarakat menghendaki 2 ruko jadi 1 bisa nanti kami komunikasikan. Kekurangan bangunan ruko nanti diupayakan pembangunan kalurahan dengan anggaran yang ada. Tapi tentunya mempertimbangkan kemampuan kalurahan,” jelas dia.

Menurutnya, lahan di Pantai Widodaren ini ada 12.000 meter persegi milik tanah kas desa. Adapun sesuai dengan MoU yang ada disewa selama 15 tahun dengan biaya Rp 13 juta per tahunnya. Setiap 4 tahun sekali dilakukan evaluasi untuk kenaikan harga.

Berita Lainnya  Songsong Kerjasama Pemerintah Dengan Bukalapak, Dinas Genjot Penguasaan Teknologi Untuk Pelaku UMKM

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler