Sosial
Berawal Prihatin Sungai Tercemar, Ibu-ibu Siraman Kembangkan Kerajinan Pewarnaan Kain Alami
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kerajinan pewarnaan kain dengan menggunakan bahan alami memang memiliki daya tarik tersendiri bagi peminatnya. Tak hanya indah dipandang dan dikenakan, namun juga nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dengan menggeluti kerajinan tersebut cukup tinggi. Seperti halnya yang dilakukan oleh ibu-ibu di Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari yang antusias mempelajari tahap dasar kerajinan pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu, pewarnaan kain secara alami ini juga sangat berguna dalam rangka melakukan konservasi di lingkungan sekitar sungai di sana.
Direktur Rumah Belajar Rakyat (RBR) Gunungkidul, Retnoningsih, mengungkapkan, kegiatan tersebut muncul akibat banyaknya limbah industri dan rumah tangga yang dibuang ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan kualitas airnya menjadi buruk dibandingkan puluhan tahun lalu.
Ia kemudian bersama- sama dengan kelompok yang fokus terhadap pelestarian lingkungan seperti Forum Komunikasi Sungai Siraman (Fokassi) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta mencoba mengajak masyarakat agar tak lagi mencemari sungai dan merawatnya. Salah satu aksinya ialah dengan memberdayakan kelompok ibu-ibu dalam membuat kerajinan pewarnaan dan motif kain menggunakan pewarna alami yang disebut Eco-Print.
“Ini jadi rangkaian dari aksi konservasi sungai dari limbah domestik dan limbah industri. Dengan melakukan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pemanfaatan lingkungan hidup, nantinya sekitar sungai bisa menjadi bank motif batik dan bank warna sebagai bahan dasar pewarnaan Eco-Print,” ucapnya, Senin (25/10/2021).
Dengan demikian, dengan adanya rangkaian tersebut diharapkan masyarakat dapat memberikan perhatian terhadap kelestarian sungai di sana. Tak hanya itu, kelompok bapak-bapak juga akan diberikan pengetahuan mengolah limbah-limbah domestik sebagai bahan pakan ternak dan sebagai pupuk pertanian.

“Gambaran besarnya nanti akan ada Rumah Eco yang fokus dalam pelestarian lingkungan. Ada Eco-Enzim, Eco-Print, Eco-Brick, Eco-Painting, dan lainnya. Pengolahan limbah domestik juga penting dalam upaya mengurangi pencemaran di sungai, limbah domestik akan diolah dan digunakan dalam pertanian terintegrasi,” sambung Retnoningsih.
Sementara itu, Praktisi Pewarna Alami, Santi Ardha Chandra, menyampaikan, setiap wilayah mempunyai potensi dalam mengembangkan kerajinan Eco-Print. Setiap wilayah juga memiliki kekhasan dalam menerapkan motif-motif di kain Eco-Print. Di Gunungkidul sendiri, sangat jarang ditemui kelompok yang fokus dalam mengembangkan Eco-Print. Padahal nilai ekonominya dapat dibilang cukup tinggi.
“Kalau potensi sebenarnya semua ada ya, tinggal mau diasah atau tidak. Karena ini kerajinan hand made dan menggunakan bahan alami serta membutuhkan waktu yang lama. Harganya mahal, bisa sampai jutaan rupiah untuk satu lembar kainnya,” papar Santi.
Lebih lanjut, ia menambahkan jika dalam proses pembuatannya pun paling lama dapat menghabiskan waktu sampai satu bulan dan paling cepat selama satu minggu.
Proses pertama ialah menyiapkan kain yang kemudian dicelupkan ke cairan agar warna dapat meresap ke kain. Selanjutnya menaruh motif daun yang akan digunakan. Setelah itu, memberikan warna ke kain dan merebusnya. Serta tahap terakhir melakukan finishing.
“Harganya tergantung jenis kain dan tumbuhan yang dipakai sih. Kalau pakai kain sutra gitu bisa Rp. 1.200.000 per lembarnya ukuran 2 x 1,15 meter,” sambungnya.
“Kendalanya sebenarnya ada di pemasaran ya, kalau di produksi tidak ada,” tutup Santi.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized1 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
