Pemerintahan
Pemetaan Kawasan Rawan Bencana di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Hal ini dilakukan untuk memetakan daerah mana saja yang memiliki potensi rawan bencana dan langkah penanggulangan apa yang tepat untuk diterapkan.
Beberapa waktu lalu, petugas melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Sejumlah lokasi disisir oleh tim untuk mengetahui bagaimana kondisi di lapangan yang sesungguhnya. Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pemetaan per wilayah sudah dilakukan. Adapun untuk daerah utara dari Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Ponjong bagian atas merupakan daerah rawan longsor.
“Pemetaan per wilayah sudah dilakukan. Potensi bencananya ada kemudian tinggal bagaimana menyikapi baik antisipasi dan mitigasinya,” kata Edy Basuki, Senin (26/10/2021).
Sisi utara Gunungkidul mayoritas merupakan daerah tinggi perbukitan dan kontur tanahnya pun demikian, sehingga sangat rawan longsor.
Kemudian daerah lain seperti Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari merupakan daerah rawan banjir atau genangan sebab berada di daerah cekungan dan banyak luweng yang tersumbat saat musim kemarau.
“Sudah kita petakan untuk potensi kebencanaan di Gunungkidul,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan DPUPRKP Gunungkidul, Handoko mengungkapkan, dari hasil pemetaan, daerah rawan bencana itu juga masih dipetakan rumah-rumah warga yang rawan longsor dan berbahaya. Pihaknya sudah mengantongi beberapa daftar rumah rawan bencana longsor ini, nantinya akan menjadi diskusi bersama dengan pemerintah terkait dengan solusi yang harus diterapkan.
“Untuk pemetaan masih berjalan, belum lama ini menyasar di wilayah Patuk dan Ponjong,” ungkapnya.
Adapun usulan sementara, rumah-rumah rawan bencana yang berbahaya akan dilakukan relokasi oleh pemerintah. Namun demikian, hal itu prosesnya masih agak panjang dan ditentukan pula oleh kemampuan pemerintah daerah dalam hal anggaran.
Terpisah, Panewu Patuk, Martono Iman Santoso mengatakan beberapa waktu lalu bersama dengan tim dari Pemkab memang melakukan pemetaan. Sesuai dengan kondisi yang ada, sebagian wilayah Patuk masuk dalam daerah rawan longsor. Mitigasi bencana yang satu ini terus dilakukan. Ia bersyukur warganya paham mengenai bahaya bencana dan bagaimana menyikapinya.
“Data yang masuk ada 6 Kalurahan diantaranya Semoyo, Terbah, Ngoro-oro, Nglegi, Patuk, Nglanggeran yang masuk dalam rawan bencana,” paparnya.
Di 6 Kalurahan tersebut ada sekitar 192 rumah milik warga masuk dalam rumah rawan bencana. Setelah adanya pemetaan ini diharapkan adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penduduknya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
