Sosial
Beridentitas Luar Daerah, Ratusan Pemudik Dicegat Polisi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gelombang pemudik terus berdatangan ke Gunungkidul. Meski sejak beberapa waktu lalu terus dilakukan penghalauan oleh pihak kepolisian, namun, terus ditemukan puluhan kendaraan yang berisi ratusan orang yang berusaha masuk ke wilayah Gunungkidul. Alhasil, para warga beridentitas luar daerah itu terpaksa dihalau oleh anggota tim yang bertugas di posko penyekatan pintu masuk Gunungkidul.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Widhiastuti menjelaskan, hingga Rabu (29/04/2020) siang tadi, pihaknya mencatat ada 41 kendaraan plat luar DIY yang diarahkan untuk putar balik ke daerah asalnya. Adapun rinciannya adalah kendaraan roda dua sebanyak 15 kendaraan, dan Roda empat sebanyak 26 kendaraan.
“Kalau total penumpang semuanya ada 151 orang yang dihalau masuk ke Gunungkidul,” terang Enny kepada awak media.
Dipaparkannya, prioritas pemeriksaan di Posko Penyekatan Operasi Ketupat Progo 2020 adalah kendaraan dengan plat nomor dan identitas penumpang asal luar DIY. Kendaraan dengan plat DIY diijinkan untuk terus melintas dan memasuki wilayah Gunungkidul.
“Bagi kendaraan dengan plat luar dan penumpangnya yang beridentitas dari luar DIY, mereka diminta untuk berputar balik arah,” jelas dia.

Adapun penyekatan tersebut dilakukan di 7 titik posko. Masing-masing berada di Patuk, Getas Playen, Panggang, Rongkop, Bedoyo Ponjong, Blutak Semin serta pertigaan Ngawen. Untuk mendukung posko sebanyak 445 personel polisi disiapkan untuk melakukan pengaman. Kemudian dari TNI sebanyak 42 personel, Pol PP sebanyak 42 personel, kemudian Dinas Perhubungan 21 personel serta Dinas Kesehatan 21 personel.
“Kalau untuk kendaraan plat luar DIY tapi beridentitas warga Gunungkidul atau DIY, mereka diperbolehkan melintas,” imbuh Enny.
Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, sampai saat ini total ada 11.480 pendatang yang memasuki Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, pemudik paling banyak datang di wilayah Kecamatan Semin dengan 1075 pendatang, dan disusul Kecamatan Ngawen 938 orang.
“Kita menggunakan data SID (Sistem informasi Desa) untuk memantau pemudik. Jadi pemudik yang datang tetap terpantau,” kata Kelik.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized12 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized6 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
