fbpx
Connect with us

Sosial

Diam-diam, Polres Gunungkidul Cairkan Bantuan Senilai 600.000 Untuk Ratusan Kru Angkutan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul memberikan bantuan kepada kru angkutan umum yang beroperasi di wilayah Gunungkidul. Sebanyak 607 orang kru angkutan umum mendapatkan bantuan dari kepolisian senilai 600 ribu rupiah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pekerja angkutan dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

Kepala Unit Register dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Jarwanto mengungkapkan, ada 607 kru angkutan umum di Gunungkidul yang mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar 600 ribu rupiah. Adapun dalam penyalurannya melalui bank dan ditransfer ke rekening masing-masing.

“Untuk bulan ini sudah selesai penyaluran bantuan tersebut,” kata Iptu Jarwanto, Rabu (29/04/2020).

Adapun bantuan itu nantinya akan berikan selama 3 bulan ke depan. Besaran setiap bulannya pun sama yakni 600 ribu rupiah. Sebanyak 607 kru angkutan umum yang mendapatkan bantuan tunjangan dari kepolisian itu meliputi sopir bus, sopir angkot, kernet bus, tukang becak, travel, dan ojek.

Berita Lainnya  Penetapan Pemudik Masuk ODP, Dinas Pilih Taati SOP Kemenkes

Dipaparkan Jarwanto, bantuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Peduli Keselamatan. Beberapa waktu lalu setelah mendapatkan perintah, pihaknya kemudian langsung melakukan pendataan.

“Pada bulan berikutnya penyaluran pun tetap sama,” terang dia.

Diakuinya, pemberian bantuan tersebut memang belum secara keseluruhan menyasar kru angkutan umum. Mengingat ssaat ini ada sangat banyak kru angkutan yang tersebar di wilayah Gunungkidul yang terdampak pandemi. Jika nantinya ada program lain, maka pihaknya akan melakukan pendataan ulang agar semua mendapatkan bantuan. Namun demikian, skala prioritas memang menjadi sasaran utama kepolisian.

Tidak hanya menerima bantuan saja, nantinya para tukang ojek dan yang bergelut di bidang angkutan ini akan mendapatkan sosialisasi mengenai protokol kesehatan saat membawa penumpang.

“Ya ada pembekalan protokol kesehatan dari tenaga medis di Polres,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan menambahkan, dengan adanya bantuan tersebut paling tidak bisa membantu pemenuhan kebutuhan para tukang ojek dan kru angkutan umum lainnya. Di tengah pandemi corona yang terjadi, tentunya pendapatan mereka semakin berkurang, mengingat adanya pembatasan aktifitas.

Berita Lainnya  Berinteraksi Dengan Ternak Yang Positif Anthrax, Sejumlah Warga Grogol Discreening Dinas Kesehatan

“Semoga membantu dan berkah, digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka,”jelasnya.

DTT/SMDE Salurkan Bantuan Paket Sembako

Sementara itu, anggota polisi angkatan DTT /SMDE Gunungkidul juga melakukan bakti sosial memberikan bantuan sembako pada masyarakat yang terdampak corona. Ada sedikitnya 60 paket sembako yang diberikan kepada lansia dan masyarakat umum.

“Kami berikan bantuan ini harapannya agar masyarakat yang tidak berpenghasilan bisa mencukupi kebutuhan mereka,” kata Aipda Yatno.

Dari bantuan paket sembako tersebut kemudian disebar ke mereka yang benar-benar membutuhkan. Anggarannya pun diperoleh dari patungan masing-masing anggota angkatan DTT/SMDE.

Menurut Yatno, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat sekarang ini. Di tengah himpitan virus, masyarakat masih harus dihadapkan dengan persoalan ekonomi lantaran lumpuhnya berbagai sektor.

“Semoga bisa sedikit membantu. Akan coba kita rutinkan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler