Kriminal
Berkedok Membeli Tanah, Dukun Jadi-jadian Sikat Puluhan Juta hingga Perhiasan
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan mengatasnamakan perdukunan. Hal tersebut dilakukan usai tim gabungan Buser Polres Gunungkidul dan Unit Reskrim Polsek Semin meringkus pelaku penipuan, NM warga Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada Rabu (19/09/2018).
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul melalui Kanit Reskrim Polsek Semin, Ipda Mahmed Ali Bahonar mengatakan, usai penangkapan terhadap NM, pihaknya memperoleh informasi bahwa modus yang digunakan pelaku untuk mengelabuhi korban sangat tersusun rapi. Mulanya pelaku meneror korban melalui sambungan telepon dengan isi ancaman bahwa keluarga korban akan mendapatkan musibah.
“Pelaku melepon korban atas nama Wiji Harso Mulyono. Kemudian dia mengancam bahwa keluarganya akan kena guna-guna,” kata Mahmed, Jumat (21/09/2018).
Ia mengatakan, selang beberapa hari pelaku menggunakan nomor telepon berbeda kembali menghubungi korban dan mengaku hendak membeli sebidang tanah yang semulanya di posting oleh korban secara online. Saat itu NM kemudian melakukan pertemuan dengan korbannya.
“Pertama pelaku mendatangi korban di rumahnya yang ada di Padukuhan Kare, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin. Pelaku pun berbincang dengan korban dan mengatakan bahwa keluarga korban sedang diguna-guna oleh orang yang tidak suka dengan keluarganya,” kata Mahmed.

Saat itu, korban sangat terkejut dengan apa yang diucapkan NM. Sebab sebelumya korban juga mendapatkan teror bahwa ia dan keluarganya akan diguna-guna. Percaya dengan apa yang diucapkan NM, Wiji pun pasrah kepada NM.
“NM kemudian mengitari rumah korban dengan berpura-pura untuk mencari barang mistis yang digunakan oleh pelaku teror yang merupakan dirinya NM sendiri,” imbuhnya.
Saat berkeliling rumah, NM kemudian menemukan sejumlah barang yang diakuinya merupakan sesajen gaib dari orang yang meneror korban. Hal itu tentu saja semakin meyakinkan korban bahwa NM merupakan orang pintar alias dukun.
“Bungkusan kain putih yang seolah-olah ditemukan NM itu berisi jarum, uang koin, tusuk gigi dan banyak lagi. Padahal itu sebelumnya sudah disiapkan NM dan ditemukan NM juga untuk mengelabuhi korbannya,” lanjut Mahmed.
Dari temuan itu, korban kemudian diarahkan oleh pelaku untuk menjalani ritual. Saat di rumahnya, prosesi ritual pun dijalankan. Sejumlah permintaan syarat untuk praktik perdukunan akhirnya diserahkan korban kepada pelaku.
“Di rumah korban pelaku meminta syarat berupa perhiasan. Saat itu pelaku mendapatkan perhiasan berupa kalung 8 gram, cincin 2,8 gram, gelang 5 gram,” kata Mahmed.
Tak sampai disitu saja, korban yang sudah sangat percaya kepada pelaku kemudian menuruti segala permintaan dari pelaku. Bahkan ketika pelaku meminta syarat berupa uang tunai jutaan rupiah.
“Pelaku dan korban kemudian menjalani ritual di Masjid Agung Solo. Di sana mereka melakukan transaksi uang tunai sebesar Rp 4 juta rupiah,” terang Mahmed.
Mahmed mengatakan jika pelaku juga menggunakan modus yang sama untuk mengelabuhi korban lain yakni, Tiknyo Pandoyo (40) warga Kerdon, Wiladek, Karangmojo pada 23 Agustus 2018 lalu. Bahkan kerugian yang menimpa Tiknyo diketahui lebih besar dari pada Wiji.
“Kepada Tiknyo pelaku berhasil mendapatkan uang sejumlah Rp 20.000.000, 1 anting emas 1 gram dan 1cincin emas 1 gram,” kata Mahmed.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, NM ditangkap saat bersembunyi di rumahnya pada Rabu (19/09/2018). Ia dibekuk petugas tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti berupa 2 buah HP, 1 unit sepeda motor Nopol AB 6840 RQ, serta seperangkat syarat perdukunan. Syarat itu berisi jarum pentul, bunga kering, tusuk gigi, uang logam Rp 100, peniti, kain kafan, kertas bertulis rajah dan sebuah tasbih warna putih turut diamankan petugas. (kelvian)
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
