fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bermunculan Banyak Klaster, Kemenag Pantau Ibadah Masyarakat Saat Bulan Ramadhan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Menjelang pertengahan Bulan Ramadhan, Kantor Kemenag Gunungkidul mengimbau umat semakin disiplin protokol kesehatan saat berinadah di masjid. Hal ini menyusul munculnya sejumlah klaster penularan di lingkungan takziyah dan hajatan yang terjadi di Kapanewon Panggang serta Playen.

Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan, bermunculan klaster baru memang tidak berasal dari jamaah saat beribadah di masjid, namun munculnya klaster tersebut patut diwaspadai. Saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan ketat berkaitan dengan ibadah di masjid.

“Pantauan dilakukan oleh penyuluh agama yang ada di kapanewon serta penyuluh agama non PNS yang ada di kalurahan,” ungkap Arif, Senin (26/04/2021).

Arif menambahkan, dari hasil pemantauan tersebut telah dilaporkan secara rutin kepada Kantor Kemenag. Pada prinsipnya, Arif menambahkan, pemantauan ini ditujukan agar para jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan saat beribadah mengingat pandemi belum juga berakhir.

“Kalau pemantauan yang komprehensif tetap menjadi tanggung jawab gugus tugas di kapanewon dan Pemkab. Skema pemantauan kami kan tidak ada anggarannya,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Arif tidak ada pelanggaran protokol kesehatan yang berarti dilakukan para jamaah. Kebanyakan para jamaah saat menjalankan ibadah di masjid sudah menaati protokol kesehatan.

“Di masjid juga ada panitia kegiatan bulan Ramadhan yang bertugas juga untuk mendisiplinkan umat berkaitan dengan jaga jarak, penggunaan masker dan lainnya,” tutur Arif.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta beberapa waktu lalu mengatakan, meskipun di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen muncul klaster penularan covid19 dari hajatan ia tak lantas akan melarang hajatan seusai lebaran nanti. Menurutnya, penularan covid19 tergantung pada pribadi masing-masing.

“Aturannya sudah jelas, kembali lagi kepada masing-masing untuk mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan,” tandas Sunaryanta.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler