fbpx
Connect with us

Sosial

Bernostalgia Mencicipi Nasi Ayam Kenduri, Cita Rasa Leluhur Yang Kini Laris Diburu

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Wonosari, (pidjar.com)–Berwisata tentu tak melulu berkunjung ke obyek wisata. Saat ini, pemahaman berwisata bisa juga dengan mencoba beraneka kuliner yang dianggap baru dan belum pernah dicoba. Tak heran apabila boomingnya pariwisata di Gunungkidul ini, turut diikuti pula dengan kemunculan banyak lokasi-lokasi kuliner yang menawarkan makanan-makanan lezat maupun yang khas dengan Gunungkidul. Banyak wisatawan yang bosan dengan kuliner modern dan justru memilih untuk mencari makanan klasik yang sederhana namun memiliki cita rasa seperti masakan para leluhur. Salah satunya adalah nasi ayam kenduri.

Nasi ayam kenduri sendiri adalah nasi dicetak bulat padat dan diletakkan melingkari ayam ingkung yang diletakkan di tengah dengan alas daun pisang. Secara visual, sajian nasi ayam kenduri ini sangat menarik lantaran terlihat sangat tradisional dengan memanfaatkan nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu.

Selain tampilan yang sangat menarik, rasa dari kuliner tradisional ini memang sangat lezat. Perpaduan pulennya nasi dengan toping srundeng sangat memanjakan lidah. Aura kembali ke masa lampau bisa didapat saat menikmati sajian ini. Tak lupa tambahan rasa dari ayam ingkung yang berbumbu opor putih gurih dan empuk menjadi salah satu ubo rampe penggugah selera. Selain itu, sajian ini juga dilengkapi dengan urap yang berupa makanan mentah dibumbu balutan kelapa muda. Urap ini cocok sekali di lidah untuk menetralisir rasa ayam ingkung yang gurih. Tak lupa keberadaan sayur lombok ijo menambah nuansa khas makanan asli Gunungkidul tempo dulu.

Nampaknya keberadaan ayam kenduri ini sendiri menjadi primadona bagi wisatawan khususnya luar daerah. Seperti Sulistyani, wisatawan asal Ponorogo yang bahkan mengaku selalu berburu sajian nasi ayam kenduri apabila berkunjung ke Gunungkidul.

Berita Lainnya  Puluhan Tim Ikuti Kejurkab Drum Band 2018, Berikut Hasilnya

“Rasanya memang nagih, gurihnya ayam kenduri dengan nasi yang cukup menggugah selera, di luar DIY sangat susah mencari nasi kenduri seenak ini,” kata dia di sela-sela menikmati ayam kenduri di salah satu rumah makan di Gunungkidul, Minggu (09/05/2019).

Sementara itu salah pemilik resto Mbah Wanto 2 di Desa Wiladeg Kecamatan Karangmojo yang menjual ayam kenduri, Feri Siswanto mengatakan, sajian nasi kenduri ini ditinggalkan namun sekaligus juga dirindukan oleh masyarakat. Ia mengatakan, pangsa pasar Nasi Kenduri cukup bagus karena banyak wisatawan yang minat dengan olahan ini lantaran untuk memasaknya cukup rumit dan membutuhkan berbagai macam proses. Dengan pola kehidupan modern, tak banyak dari wisatawan yang memiliki waktu untuk mengolah sendiri masakan ini.

Berita Lainnya  Ngabuburit Asyik di Pasar Ekologis Argowijil, Menikmati Kudapan Kuliner Tradisional Khas Gunungkidul

“Nasi kenduri kami masak dengan bumbu tradisional dari leluhur,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, diantara nasi kenduri ayam yang ia sediakan, ada dua varian olahan. Yakni olahan ayam kenduri panggang dan ayam kenduri ingkung. Yang menarik, dalam pengolahannya, tanpa menggunakan minyak. Hal ini membuat masakannya memiliki cita rasa yang tidak berubah. Dengan varian harga yang tidak terlalu mahal, Feri menjual satu paket ayam kenduri dengan ayam utuh untuk lima orang dengan harga Rp 175.000,- hingga Rp. 250.000,-.

“Sama seperti masa lalu, maklum untuk kenduri sendiri kan sekarang sudah sedikit diminati ya, padahal kenduri ini tradisi sentral masyarakat zaman dulu, wajar bila banyak wisatawan yang akhirnya minat dengan olahan ayam kenduri,” papar Feri.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler