fbpx
Connect with us

Sosial

Buah Persiapan Optimal Antisipasi Libur Lebaran, Waktu Tempuh Wisatawan Tahun Ini Bisa Terpangkas 1 Jam

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Rekayasa lalu lintas dengan pengoptimalan jalur JJLS diklaim mampu mengurai kemacetan di Gunungkidul selama libur lebaran 2019 ini. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya percepatan waktu tempuh wisatawan menuju obyek-obyek wisata di Gunungkidul. Berdasarkan rerata yang berhasil dihimpun, para pengunjung bahkan bisa menghemat waktu hingga satu jam jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun 2018 lalu.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengungkapkan, untuk tahun ini, penumpukan kendaraan memang masih terjadi di ruas jalan Jogja-Wonosari. Namun menurutnya kemacetan arus lalu lintas yang terjadi tahun ini sendiri tidak begitu parah seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Disampaikan Mega, antrian kendaraan yang mengular pada tahun lalu memang sempat dikeluhkan oleh para wisatawan.

Pada tahun lalu, kemacetan utamanya terjadi di jalur Jogja-Wonosari terjadi sejak sore hingga dapat berangsur normal kembali sekitar pukul 23.00 WIB. Namun untuk tahun ini, jalur tersebut dapat bebas dari kemacetan sekitar pukul 22.00 WIB.

“Untuk tahun ini dapat lebih cepat 1 jam dibandingkan dengan kondisi di jalur sama pada tahun 2018 kemarin,” ujar Mega kepada pidjar.com, Minggu (09/06/2019).

Mega menjelaskan, kelancaran arus lalu lintas sendiri terjadi oleh karena beberapa upaya yang dilakukan baik dari Satlantas Polres Gunungkidul yang bekerjasama dengan Dishub Gunungkidul dalam persiapan pengamanan jalur lalu lintas libur lebaran kali ini. Hal yang paling ampuh, menurut dia, adalah dengan pengoptimalan JJLS yang ada di Gunungkidul.

“JJLS kita optimalkan, sehingga tidak ada penumpukan kendaraan di Patuk. Karena jalur kita pecah untuk para wisatawan balik mengambil arah Imogiri, Bantul melalui JJLS Saptosari-Panggang,” terang dia.

Ia menjelaskan, tak hanya itu saja, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas sejak kedatangan wisatawan. Menurutnya, semua bus-bus pariwisata berukuran besar diarahkan menuju pos TPR utama Pantai Baron. Sehingga untuk jalur masuk wisatawan sendiri berjalan lancar.

“Semua bus besar kita arahkan ke pos induk TPR Baron. Kemudian untuk jalur balik semua diarahkan lewat JJLS,” ucap dia.

Ia menambahkan, selain rekayasa lalu lintas tersebut, dirinya juga memberikan apresiasi kepada petugas maupun relawan yang telah membantu memperlancar arus lalu lintas. Menurutnya, untuk arus lalu lintas di Gunungkidul sendiri pada tahun ini menjadi lebih lancar.

“Kita juga melakukan pantauan melalui drone. Anggota yang di lapangan memantau kemudian jika ada tumpukan kendaraan atau potensi tumpukan bisa langsung diurai,” terang dia.

Sementara itu, pidjar.com berusaha meminta tanggapan dari rombongan wisatawan asal Jakarta yang beriwisata di Gunungkidul. Adalah Purnomo (40) bersama beberapa rombongan keluarga menyampaikan jalur menuju kawasan wisata menurutnya sudah lebih baik dibanding dengan beberapa tahun lalu.

Adanya petugas kepolisian yang berjaga di setiap persimpangan sangat membatu wisatawan mengetahui arah tujuan. Sehingga risiko tersesat dan munculnya rasa aman dan nyaman lebih terjaga.

“Hampir setiap tahun datang ke Gunungkidul, untuk tahun ini lebih lancar jalannya sudah halus. Petugas yang ada juga sangat membantu,” ucap Purnomo.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler