fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bupati Gunungkidul Larang Pegawai Pemkab Hadiri dan Gelar Acara Buka Bersama

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memutuskan untuk tidak menggelar kegiatan buka bersama (bukber) pada Ramadan tahun ini. Selain itu, Bupati Gunungkidul juga melarang kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggelar bukber.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan keputusan untuk tidak diperbolehkannya kegiatan buka bersama bagi ASN tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan dan bersama dengan berbagai pihak dan pertimbangan yang matang.

“Sudah disepakati, tidak ada kegiatan bukber di lingkungan ASN Pemkab,” kata Sunaryanta Selasa (06/04/2022).

Adapun keputusan ini diambil mengingat saat ini masih ada potensi penyebaran COVID-19. Sunaryanta mengatakan larangan ini hanya berlaku untuk pegawai di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Sedangkan untuk masyarakat umum, ia menegaskan tidak ada larangan khusus. Masyarakat pun masih diperkenankan untuk menggelar acara bukber selama bulan puasa ini.

“Masyarakat silakan kalau mau menggelar bukber, tidak masalah,” ujar dia.

Walaupun tidak ada larangan khusus untuk masyarakat, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat menggelar acara bukber. Menurutnya, prokes masih tetap menjadi prinsip paling penting dan paling utama untuk ditegakkan.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Gunungkidul, Sa’ban Nuroni juga mengatakan bahwa pemerintah daerah memutuskan meniadakan kegiatan bukber di tahun ini.

Berita Lainnya  Kasus Terus Melandai, Rumah Sakit Mulai Kurangi Bed Perawatan Covid19

“Pejabat sampai pegawai di lingkup Pemkab juga dilarang menghadiri ataupun mengadakan acara bukber pada Ramadhan kali ini,” ungkap Sa’ban.

Sedangkan untuk kegiatan bukber di masyarakat, ia menyatakan tetap diizinkan. Menurutnya, dalam edaran dari pusat tidak ada larangan khusus bagi masyarakat dalam menggelar bukber.

“Harus tetap diingat ini masih dalam situasi pandemi, potensi penularan tetap ada jadi jangan sampai lengah,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler