fbpx
Connect with us

Sosial

Cegah Penyebaran Corona, Pasar-pasar Ramadhan Turut Ditiadakan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Bulan Ramadhan pada tahun ini nampaknya benar-benar harus dilalui dengan keprihatinan dan lebih menahan diri. Selain pelaksanaan ibadah yang banyak berubah, keberadaan sejumlah event yang lazim dihelat manakala bulan puasa juga ditiadakan. Salah satunya yang ditiadakan adalah gelaran Pasar Ramadhan. Kebijakan ini sendiri dilakukan dalam rangka menekan dan mengantisipasi penyebaran Covid19 di Bumi Handayani.

Camat Wonosari, Siswanto mengatakan, wilayahnya khususnya di Pasar Ekologis Argomijil tiap Ramadhan selalu ramai oleh masyarakat. Pasar ini memang banyak dikunjungi masyarakat yang ingin mencari hidangan buka puasa. Sehingga ketika sore hari menjelang waktu berbuka, kawasan Pasar Argowijil selalu ramai oleh masyarakat.

“Pemerintah Desa Gari sudah membuat edaran untuk menutup sementara pasar kuliner tersebut,” ujarnya, Kamis (23/04/2020).

Selain di Argowijil, beberapa pasar Ramadhan seperti di Goa Ngingrong Mulo dan Pasar Kawak Siraman juga kemungkinan ditiadakan. Namun demikian Siswanto mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi terperinci.

“Belum dapat info rincinya, tapi ya keadaan seperti ini kemungkinan besar ditiadakan,” imbuhnya.

Atas ditiadakkannya Pasar Ramadhan ini ia mengimbau kepada para pedagang untuk bersabar. Hal ini terpaksa dilaksanakan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona.

“Karena untuk memutus rantai penyebaran diperlukan kesadaran bersama,” paparnya.

Senada dengan Siswanto, Camat Patuk, R Haryo Ambar Suwardi juga memastikan tidak ada Pasar Tiban Ramadhan di wilayahnya. Berbeda dengan tahun kemarin, Pasar Tiban Ramadhan yang biasanya digelar di Desa Salam dan Kampung Emas Desa Putat ditiadakan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid19.

“Terpaksa ditiadakan, kita semua akan lebih menjaga diri untuk meminimalisir penyebaran pandemi ini,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Pokdarwis Goa Ngingrong, Suwanro memastikan di Kawasan Wisata tersebut tidak dilaksanakan Pasar Ramadhan. Peniadaan ini telah menjadi keputusan bulat anggota Pokdarwis setempat.

“Kami tiadakan dulu, sudah berembuk, ada 28 pedagang yang terpaksa tidak berjualan,” jelas Suwarno.

Ia bersama para pedagang pun tidak bisa berbuat apa-apa terkait peniadaan pasar Ramadhan. Hal ini demi membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Corona.

“Bisa dipastikan lumpuh semua karena kawasan ini juga sudah tutup lama,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler