Sosial
Cegah Penyebaran Corona, Pasar-pasar Ramadhan Turut Ditiadakan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bulan Ramadhan pada tahun ini nampaknya benar-benar harus dilalui dengan keprihatinan dan lebih menahan diri. Selain pelaksanaan ibadah yang banyak berubah, keberadaan sejumlah event yang lazim dihelat manakala bulan puasa juga ditiadakan. Salah satunya yang ditiadakan adalah gelaran Pasar Ramadhan. Kebijakan ini sendiri dilakukan dalam rangka menekan dan mengantisipasi penyebaran Covid19 di Bumi Handayani.
Camat Wonosari, Siswanto mengatakan, wilayahnya khususnya di Pasar Ekologis Argomijil tiap Ramadhan selalu ramai oleh masyarakat. Pasar ini memang banyak dikunjungi masyarakat yang ingin mencari hidangan buka puasa. Sehingga ketika sore hari menjelang waktu berbuka, kawasan Pasar Argowijil selalu ramai oleh masyarakat.
“Pemerintah Desa Gari sudah membuat edaran untuk menutup sementara pasar kuliner tersebut,” ujarnya, Kamis (23/04/2020).
Selain di Argowijil, beberapa pasar Ramadhan seperti di Goa Ngingrong Mulo dan Pasar Kawak Siraman juga kemungkinan ditiadakan. Namun demikian Siswanto mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi terperinci.
“Belum dapat info rincinya, tapi ya keadaan seperti ini kemungkinan besar ditiadakan,” imbuhnya.

Atas ditiadakkannya Pasar Ramadhan ini ia mengimbau kepada para pedagang untuk bersabar. Hal ini terpaksa dilaksanakan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona.
“Karena untuk memutus rantai penyebaran diperlukan kesadaran bersama,” paparnya.
Senada dengan Siswanto, Camat Patuk, R Haryo Ambar Suwardi juga memastikan tidak ada Pasar Tiban Ramadhan di wilayahnya. Berbeda dengan tahun kemarin, Pasar Tiban Ramadhan yang biasanya digelar di Desa Salam dan Kampung Emas Desa Putat ditiadakan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid19.
“Terpaksa ditiadakan, kita semua akan lebih menjaga diri untuk meminimalisir penyebaran pandemi ini,” imbuh dia.
Terpisah, Ketua Pokdarwis Goa Ngingrong, Suwanro memastikan di Kawasan Wisata tersebut tidak dilaksanakan Pasar Ramadhan. Peniadaan ini telah menjadi keputusan bulat anggota Pokdarwis setempat.
“Kami tiadakan dulu, sudah berembuk, ada 28 pedagang yang terpaksa tidak berjualan,” jelas Suwarno.
Ia bersama para pedagang pun tidak bisa berbuat apa-apa terkait peniadaan pasar Ramadhan. Hal ini demi membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Corona.
“Bisa dipastikan lumpuh semua karena kawasan ini juga sudah tutup lama,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
