Sosial
Perang Harga Penjualan Online, Harga Ayam Terus Terpuruk
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Harga ayam dari peternak dan pemilik rumah pemotongan selama beberapa pekan terakhir terus mengalami penurunan. Meski sempat stabil, namun dalam beberapa hari kemudian harga kembali anjlok. Para peternak dan pemilik rumah pemotongan ayam mulai mengeluhkan penurunan harga yang disinyalir karena banyaknya penjualan secara online itu.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pemilik rumah potong ayam di Kecamatan Patuk, Suradi. Untuk saat ini harga ayam hidup berada di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogramnya. Namun jika harga ayam diambil oleh perusahaan dari peternak mitra plasma, maka ayam akan dilepas pada harga Drop Order (DO) sebesar Rp 11.000.
Kondisi ini menurut Suradi berulang kali terjadi sejak awal tahun 2020 yang lalu. Suradi menyebut, beberapa pekan lalu bahkan harga ayam ambruk dan hanya berada pada kisaran Rp 8.000- Rp 9.000 per kilogramnya dalam kondisi hidup di kandang. Kemudian sekitar 4-5 hari lalu, sudah mulai naik menjadi 14.000 per kilogram dalam kondisi hidup.
“Tapi sekarang anjlok lagi harganya di kisaran harga lama. Untuk penurunan harga mungkin karena banyak pemain baru, ibu-ibu jualan lewat HP, kan jadi rusak harga di pasaran,” keluh Suradi, Jumat (24/04/2020).
Akibat banyak pemain yang menjual daging secara online, maka kemudian harga pasaran tidak bisa dikendalikan lagi. Antara satu penjual dengan penjual yang lain mulai perang harga agar dagangannya laku. Hal inilah yang merusak harga jual daging ayam di pasaran dalam beberapa minggu terakhir.

Sebelum banyak penjual daging ayam online, harga daging ayam cenderung stabil. Karena ada beberapa komponen yang harus diperhitungkan sebagai biaya sebelum daging dijual ke pasar. Selain produksi, komponen yang diperhitungkan di antaranya seperti biaya penyembelihan, pembersihan bulu dan jeroannya.
“Komponen-komponen itu justru sekarang tidak diperhitungkan, ya asal laku saja dagangan mereka,” tambahnya.
Kondisi ini tentu membuat para peternak mengalami kerugian cukup besar. Seperti yang diungkapkan oleh Erfan, peternak ayam asal Desa Putat, Kecamatan Patuk. Menurut Erfan, untuk menutup ongkos produksi seharusnya ayam dijual Rp 16.000 per kilogram hidup di kandang.
Agar tetap untung, biasanya harga jual ayam hidup di kandang di level Rp 18.000. Dengan kondisi sekarang ini, maka salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menunda panen. Meskipun harus menanggung biaya produksi lebih besar, namun cara ini dipandang lebih memungkinkan.
“Kondisi sekarang ini tentu harus berpikir ulang. Harusnya saya panen Rabu kemarin, tapi pilih saya undur nunggu harga stabil. Paling tidak ada sedikit untung dari biaya yang dikeluarkan selama ini,” tutupnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Uncategorized10 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized6 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan1 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
