Budaya
Cerita Sendang Beji yang Tak Pernah Kering Meski Kemarau Panjang
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Musim kemarau yang terjadi tahun ini dirasa cukup panjang bagi sebagian masyarakat. Sumber air seperti sumur bor, telaga dan belik pun tidak banyak yang masih digenangi air. Namun, di wilayah Padukuhan Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, terdapat sebuah sendang yang dikenal sebagai sendang beji yang masih setia menyediakan air bagi masyarakat.
Diungkapkan oleh warga setempat, Hadi Sucipto (70) bahwa tahun ini musim kamarau telah ia rasakan dampaknya selama 6 bulan terakhir. Namun menurutnya kekeringan yang terjadi tahun ini tidak separah pada tahun 1987 lalu, dimana pepohonan sampai mati mengering akibat tidak ada hujan turun.
“Dulu sekitar tahun 1987 lebih parah dibanding tahun ini, kalau dulu pohon bambu saja hingga mati karena kering,” kata dia.
Kendati demikian, kala itu sendang beji juga masih tetap menyediakan air bagi masyarakat seperti saat ini. Namun dulu masyarakat masih belum menggunakan pompa air seperti sekarang dimana saat ini belasan pipa terpasang di sendang Beji tersebut.
“Bedanya dulu belum menggunakan pompa air hanya menggunakan gayung dan jeriken. Untuk saat ini pun pada musim kemarau ini belum sampai kering, padahal juga disedot pakai pompa air,” kata dia.

Ia mengatakan, sendang beji sendiri juga selalu dibersihkan oleh masyarakat terutama saat kegiatan rasulan atau bersih desa di Desa Pengkol. Ia berharap generasi milenial seperti saat ini untuk peka terhadap lingkungan sehingga sumber air seperti sendang beji selalu memberikan air bagi masyarakat.
“Saya harap generasi muda mau menjaga sendang ini dengan, mengingat sesepuh dahulu mengatakan bahwa sendang ini panguripan (penghidupan) untuk warga Pengkol,” katanya.
Sementara itu, Perangkat Desa Pengkol, Muryanto mengatakan sendang Beji memang belum pernah kehabisan debit airnya. Setidaknya ada 80 Kepala Keluarga yang memanfaatkan air dari sendang ini.
Pada musim kemarau tahun ini donatur banyak yang menyumbangkan air bersih untuk desa Pengkol. Setidaknya dalam satu minggu ada 2 bantuan air bersih dari donatur yang disalurkan melalui kecamatan.
“Hampir semua dusun tahun ini butuh air bersih. Saya berharap ada koordinasi dari pihak donatur maupun kecamatan atau desa agar bantuan air tidak tumpang tindih,” katanya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
