Sosial
Ciumi Para Siswinya, Guru Pendamping Pramuka SMP di Gedangsari Langsung Dipecat
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid langsung menindaklanjuti dugaan kasus asusila di salah satu SMP Negeri di Gedangsari. Jumat (10/01/2020) pagi tadi, Bahron menemui sejumlah wali murid maupun pihak sekolah guna meminta keterangan terkait hal tersebut. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas menegaskan bahwa pelaku dalam hal Ed yang merupakan pembina pramuka di sekolah tersebut dipastikan tidak akan lagi ada di sekolah tersebut.
“Saya datang ke sini untuk memastikan kebenaran kasus yang viral tersebut,” ucap Bahron kepada awak media.
Bahron mengatakan, dirinya mengaku telah meminta keterangan dari empat orang wali murid. Dari keterangan tersebut, sejumlah siswa tersebut mengaku diciumi oleh Ed pada Desember 2019. Namun begitu, dirinya memastikan kondisi para korban sendiri sudah membaik dan tenang, meski diakuinya ada trauma akibat peristiwa itu.
“Saya dorong anak-anak tetep belajar dengan baik. Anak-anak kami memang trauma terhadap perilaku pak Ed. Tetapi di sekolah mereka merasa aman,” ujar dia.
Bahron juga menegaskan bahwa Ed dipastikan tidak akan menjadi guru pembina pramuka di sekolah tersebut. Ia juga meminta kepada siswa ataupun wali murid yang untuk melakukan pengawasan pada siswa jika masih ada keluhan atau tindakan lain yang membuat siswa tidak nyaman.
“Selama ada ketidaknyamanan lapor ke bapak ibu guru, nantinya akan lapor ke kami dan akan kami tindaklanjuti. Untuk Ed dipastikan tidak akan menjadi pembina lagi,” katanya.
Bahron menambahkan, pihak Disdikpora sendiri akan terus memantau perkembangan psikologis anak. Ia mengatakan pihaknya dan sekolah akan melakukan pengawasan terhadap pembina pramuka tidak hanya di Gedangsari namun juga di seluruh Gunungkidul.
“Kita harus lindungi anak-anak dari berbagai macam ketidaknyamanan,” ucap dia.
Sementara itu, Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan mengatakan, sementara ini sudah ada 7 orang saksi dan korban yang telah diperiksa. Dari pengakuan awal, diketahui perbuatan dugaan asusila itu dilakukan selama beberapa bulan mulai dari medio Agustus hingga Desember 2019 lalu.
“Untuk modus yang digunakan dengan bujuk rayu beberapa siswi dilakukan ciuman dan lainnya,” papar Solechan.
Perbuatan tersebut dilakukan di sekolah dan bumi perkemahan di wilayah Sleman. Menurut dia, dengan perbuatan itu para siswi mengalami trauma.
“Orang tua murid melaporkan ke sini dan diarahkan ke Polres,” tutup Kapolsek.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
