fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Cuaca Ekstrim, Nelayan Gunungkidul Paceklik Panen Ikan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Hasil tangkapan ikan nelayan di Gunungkidul menurun dalam waktu setahun terakhir ini. Kondisi cuaca ekstrim dinilai menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian, melalui Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan, Suhaji, menyampaikan pada awal tahun 2023 hingga bulan Maret ini hasil tangkapan nelayan di Gunungkidul mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, tren penurunan ini merupakan lanjutan yang sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu.

“Tahun kemarin satu tahun tangkapan nelayan sangat minim, kemudian berlanjut di awal tahun ini,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian, Senin (06/03/2023).

Dijelaskannya, biasanya pada awal tahun seperti ini seharusnya tangkapan ikan nelayan cukup melimpah. Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik, tak jarang nelayan yang melaut pulang dengan tangan hampa. Ia mencontohkan seperti pada tanggal 5 Maret kemarin nelayan yang melaut hanya mendapatkan hasil 4 kilogram saja.

“Biasanya akhir tahun sampai awal tahun tangkapan melimpah, biasanya seperti itu. Tapi ini malah minim,” jelas Suhaji.

Berita Lainnya  Banyak Kasus Kawin Suntik pada Ternak Gagal, Ini Penjelasan Dinas

“Para nelayan yang pakai kapal jungkung, biasanya subuh berangkat dan jam 10 sudah mendarat. Ada nelayan yang hasilnya cuma dapat 4 kilogram saja, kalau diuangkan ya sekitar Rp. 88 ribu. Padahal biaya operasional lebih dari itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Baron, Sumardi, menyebut jika hasil tangkapan ikan nelayan di wilayahnya turun signifikan sejak bukan September tahun 2022 lalu. Padahal menurutnya saat ini seharusnya hasil ikan yang ditangkap nelayan melimpah. Biasanya, hasil nelayan sekali melaut bisa membawa 25 sampai 50 kilogram ikan, namun saat ini sekali melaut nelayan hanya membawa sekitar 10 sampai 15 kilogram saja.

“Kurang tau juga faktornya apa, biasanya sekarang itu ikan ramai tapi justru sepi,” pungkasnya.

Berita Lainnya  Klaster Menengok Orang Sakit, Belasan Warga Playen Terpapar Covid19

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler