fbpx
Connect with us

Sosial

Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir, Berikut Penyebabnya

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Beberapa hari ini cuaca terasa begitu panas di beberapa daerah tak terkecuali di Kabupaten Ginungkidul. Tak sedikit yang mengeluh peningkatan suhu ini begitu terasa sejak pagi bahkan hingga malam hari. Masyarakat pun diminta untuk tetap menjaga kondisi fisik sebab cuaca yang begitu panas bisa menyebabkan sakit.

Kepala Kelompok Foreskater Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) YIA, Rohmadi mengatakan, suhu udara yang begitu panas tak hanya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Gunungkidul, sebab kondisi seperti ini dirasakan hampir di seluruh daerah baik di DIY maupun di daerah atau provinsi lainnya.

Adapun penyebab peningkatan suhu ini karena gerak semu matahari yang saat ini berada di selatan equator atau garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan seolah matahari sejajar dengan bumi, yang mana memicu suhu panas dan kering di wilayah Jawa dan sekitarnya.

Berita Lainnya  Resmi Jadi Komandan Anyar Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Noppy Langsung Prioritas Amankan Pemilu 2019

“Kondisi panas seperti ini sebenarnya sudah rutin terjadi di setiap tahunnya pada pergantian musim. September Oktober memang begitu panas,” ucap Rohmadi saat dikonfirmasi, Minggu (08/10/2023).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh timnya, kelembaban di Gunungkidul diangka 4 persen pada saat siang hari. Sehingga di wilayah ini terasa begitu kering dan panas, sedangkan untuk suhu setiap harinya berada diangka 26 derajat celcius sampai 34 derajat celcius.

“Prediksinya sampai November cuaca akan terasa seperti sekarang ini karena pancaroba baru akan mulai di pertengahan November,” paparnya.

Cuaca panas dan kemarau yang terjadi dimungkinkan akan lebih panjang sebab kondisi ini merupakan dampak dari terjadinya el-nino. Dengan kondisi yang begitu terik ini, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan aktivitas di luar rumah, konsumsi makanan dan minuman sehat agar terhindar dari sakit. Sebab pada cuaca demikian dapat menyebabkan daya tahan tubuh melemah dan sakit.

Berita Lainnya  Sistem Tumpangsari Diharapkan Mampu Berikan Keuntungan Bagi Petani di Musim Kemarau

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi, mengatakan, cuaca yang dirasakan memang begitu panas pada kemarau sekarang ini. Adapun dampaknya, kekeringan pun juga semakin meluas. Data terakhir tercata ada belasan kapanewon terdampak kekeringan.

Dengan kondisi yang demikian, BPBD Gunungkidul akan diperpanjangnya status siaga darurat kekeringan di Gunungkidul tersebut. Saat ini pihaknya pun tengah menyusun draft perpanjangan status siaga kekeringan yang selanjutnya akan diserahkan ke bagian hukum Pemkab Gunungkidul.

“Ini dalam proses melalukan perpanjangan, rencanya perpanjangan akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 November 2023 mendatang. Sekarang baru pengajuan draft ke Pemkab Gunungkidul,” ujar Sumadi.

Berita Lainnya  Ratusan Ribu Pengunjung Masuk ke Gunungkidul, Momentum Bangkitnya Sektor Pariwisata

Diakuinya saat ini masih banyak wilayah yang terdampak kekeringan dan perlu dilakukan penanganan. Adapun pada tahun ini pihaknya menyediakan bantuan droping air bersih sebanyak 1.000 tangki, saat ini disebutnya sudah 454 tangki disalurkan ke wilayah yang membutuhkan air.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler