fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dalam 2 Hari Terakhir, 7 Ternak Milik Warga di 5 Kecamatan Ditemukan Mati Mendadak

Published

on

Girisubo,(pidjar.com)–Rentetan sapi mati di wilayah Gunungkidul terus terjadi. Selama dua hari terakhir ini, sedikitnya 7 hewan ternak milik warga ditemukan mati mendadak. Belum diketahui penyebab pasti dari kematian mendadak ternak-ternak tersebut. Kejadian ini sendiri telah mendapatkan penanganan dari sejumlah petugas dari instansi terkait.

Dandim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto, menyebutkan, berdasarkan data yang dilaporkan oleh prajurit di lapangan, sejak 2 hari terakhir ini terjadi kejadian hewan ternak yang mati mendadak. Kejadian ini sendiri tersebar di sejumlah titik.

Ia beberkan lebih lanjut, jumlah ternak milik warga yang mati mendadak pada Kamis (30/01/2020) dan Jumat (31/01/2020) mencapai 7 ekor. Adapun pada Kamis kemarin ada 3 ternak yang mati mendadak, sementara sepanjang Jumat ini sudah ada 3 ternak yang juga mengalami mati mendadak.

“Ini data sementara dari laporan anggota-anggota kami yang bertugas di masing-masing wilayah. Kita memang melakukan monitoring khusus,” papar Noppy, Jumat siang.

Adapun ternak mati terjadi di Padukuhan Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin; Desa Balong dan Desa Tileng, Kecamatan Girisubo; Padukuhan Ploso, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu; Padukuhan Randukuning, Desa Selang, Kecamatan Wonosari; Padukuhan Pakeljaluk, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari dan Padukuhan Tlogowareng, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.

Noppy sendiri telah menugaskan para anggota TNI di masing-masing wilayah untuk melakukan monitoring khusus terkait kejadian ternak milik warga di wilayannya yang mengalami mati mendadak. Babinsa dan anggota Koramil pun diminta sigap dalam ikut serta melakukan pendataan dan penanganan di lapangan jika di wilayahnya ada kejadian ternak yang mati mendadak.

“Ini data sementara, kalau pun ada tambahan mungkin masih dalam proses pendataan,” imbuhnya.

Kapolsek Girisubo, AKP Mursidiyanto membenarkan perihal adanya kejadian ternak mati mendadak di wilayahnya. Pada Jumat siang tadi, sekitar pukul 13.30 WIB, Setiyatno (42) warga Balong, Desa Balong, Kecamatan Girisubo hendak memberi makan sapinya yang dikandangkan di ladang Bulak Sawah. Namun ia justru dibuat kaget lantaran sapi miliknya yang sudah dalam kondisi tergeletak di dalam kandang. Saat dicek, sapi tersebut rupanya sudah tak bernyawa.

Melihat kejadian tersebut, ia kemudian melapor kepada perangkat desa setempat. Laporan ini sendiri langsung diteruskan kepada petugas medis untuk melakukan pengecekan. Menurut Mursidi, berkaitan dengan kejadian tersebut, pihaknya langsung menerjunkan Bhabinkamtibmas maupun anggota Polsek yang bertugas untuk ikut membantu melakukan penanganan.

“Untuk ciri-cirinya perut sapi membesar, sekitar tubuh ternak dikerubungi hewan cathak (caplak),” kata AKP Mursidiyanto saat dikonfirmasi.

Adapun dari petugas Puskeswan kemudian mengambil sampel darah, tanah dan kotoran ternak itu. Sampel ini nantinya akan digunakan untuk proses uji laboratorium yang berguna untuk mengetahui penyebab pasti dari matinya ternak tersebut.

Jika dilihat dari ciri-ciri di lapangan, dimungkinkan ternak tersebut matk karena diserang hewan caplak atau cathak tersebut. Kerugian sendiri diperkirakan mencapai 12 juta.

Ditambahkannya, kejadian serupa juga terjadi di Padukuhan Ngrombo, Desa Tileng. Satu ekor sapi milik warga setempat diketahui mati mendadak. Sama seperti dengan kejadian sebelumnya, penanganan kemudian dilakukan sesuai SOP yang berlaku.

“Dua ekor ternak tersebut kemudian dikubur. Penangannya sama di ambil sampel, sejauh ini keterangan dari medis tidak atau belum mengarah ke anthraks tapi tetap diuji dan ditangani sebagaimana mestinya,”tambahnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler