fbpx
Connect with us

Peristiwa

Lepas dari Pengawasan, Balita Tewas Tertabrak Truk

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Malang yang dialami oleh Aisyah, bocah berusia 2 tahun warga Padukuhan Jimatan, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus ini. Balita perempuan itu tewas usai tertabrak truk pada Kamis (08/04/2021) sore kemarin. Diduga kejadian tersebut akibat adanya kelalaian dari orang tua saat mengasuh korban.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar jam 14.30 WIB. Saat itu, Aisyah memang tengah bermain di sekitar rumahnya. Namun karena lepas dari pengawasan, ia tiba-tiba berlari menuju parkiran mobil milik Trisno Giyono yang merupakan tetangganya.

Namun naas, pada saat bersamaan, Fendi Kurniawan (23) warga Padukuhan Jimatan, Kalurahan Purwodadi juga bermaksud mengeluarkan truk nopol AB 8134 OD dari dalam garasi. Ia tak mengetahui bahwa di belakang ada Aisyah yang berlari menuju garasi.

Saat Fendi mengemudikan truk untuk berjalan mundur, badan truk bagian belakang menabrak Aisyah. Balita tersebut pun kemudian terjatuh dengan posisi terlentang dan kepala membentur lantai.

Saksi yang melihat kejadian tersebut kemudian berteriak dan barulah pengemudi menghentikan kendaraannya.

“Pengemudi tidak mengetahui kalau ada anak di belakang truk. Ada 2 saksi yang tengah mengobrol di rumah korban. Kemungkinan aktivitas balita itu lepas dari pantauan mereka yang tengah mengobrol,” papar Iptu Suryanto.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. Dokter jaga kemudian melakukan pengecekan kondisi korban, akan tetapi akibat benturan keras yang terjadi sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Luka di kepala karena benturan,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Tepus, AKP Mursidiyanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah peristiwa itu akibat kelalaian orang tua atau bukan. Namun pihak keluarga telah menerima kejadian itu dan tidak akan menuntut pengemudi truk.

“Kami belum melakukan introgasi terhadap orang tua korban, mengingat situasi masih berkabung. Sehingga kami belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur kelalaianya atau tidak. Pihak orang tua korban tidak akan menuntut atas peristiwa tersebut dan telah menerima sebagai musibah serta akan diselesaikan secara kekeluargaan. Surat pernyataan dari orangtua korban,” tandas Mursidiyanto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler