fbpx
Connect with us

Budaya

Dalang Asli Gunungkidul Baru Sekedar Jadi Jago Kandang

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Seni kebudayaam pagelaran wayang kulit di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan akan tetap lestari dan jauh dari kepunahan. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih banyak warga maupun kelompok yang menggelar pertunjukan wayang pada even-even tertentu.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul CB Supriyanto, mengatakan saat ini menggelar pertunjukan wayang kulit bagi masyarakat di Gunungkidul masih menjadi tradisi. Ia mengambil contoh ketika warga menggelar hajatan, kebanyakan masih menggelar pertunjukan wayang kulit sebagai hiburan utama.

“Masih banyaknya masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang nanggap pertunjukkan wayang kulit. Jika hal ini terus dilakukan, maka dapat untuk meregenerasi seni pedalangan di Gunungkidul,” kata Supriyanto, Selasa (19/11/2019).

Ia menjelaskan, saat menanggap pertunjukkan wayang kulit, khususnya secara pribadi, warga tersebut nantinya memiliki gengsi yang tinggi bagi masyarakat Gunungkidul. Dengan timbulnya gengsi semacam ini, otomatis nantinya, event wayang kulit akan tetap banyak. Menurut CB, yang juga sangat menguntungkan terhadap perkembangan seni pedalangan di tingkat lokal, masyarakat masih meminati untuk menggunakan dalang asli Gunungkidul.

Berita Lainnya  Nama Dirubah, Kecamatan Diharapkan Lebih Leluasa Akses Dana Keistimewaan

“Kebanyakan yang main di hajatan adalah dalang-dalang asli Gunungkidul, ini bisa jadi poin utama regenerasi dalang. Berbeda lho di Gunungkidul dengan daerah lainnya, karena daerah lain sudah jarang masyarakat yang mau menggelar wayang kulit,” ucapnya.

Namun demikian, sedikit catatan dari CB Supriyanto terkait eksistensi dari dalang lokal Gunungkidul. Saat ini, dalang lokal hanya berjaya dalam acara-acara yang bersifat pribadi. Sementara untuk acara kolekif seperti rasulan, masyarakat disebutnya masih menggunakan dalang luar daerah. Hal semacam ini tentunya bisa menjadi motivasi bagi para dalang-dalang lokal untuk meningkatkan kualitas. Dengan kualitas yang semakin mumpuni, bukan tidak mungkin bahwa nantinya selain menembus acara kolektif yang bergengsi, dalang-dalang lokal Gunungkidul juga laris manis hingga luar daerah.

Berita Lainnya  DED Diserahkan ke Bupati, Revitalisasi Bangsal Sewokoprojo Tinggal Tunggu Waktu

“Dalang lokal diminati lebih karena harganya yang terjangkau. Sebenarnya saat ini juga sudah mulai ada dalang lokal yang diminati kalangan luar daerah, kalau kualitasnya semakin meningkat dan memiliki ciri khas yang mendukung, bukan tidak mungkin mereka berjaya tak hanya di kancah lokal saja,” imbuh dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agus Kamtono menjelaskan, pemerintah sangat mendorong perkembangan dari para dalang lokal Gunungkidul. Sejauh ini, pagelaran yang menggunakan dana keistimewaan, dikhususkan mengundang dalang-dalang asli Gunungkidul. Hal tersebut dilakukan agar dalang-dalang muda asli Gunungkidul dikenal oleh masyarakat sehingga perlu pertunjukkan untuk menambah jam terbang.

“Dalang kan dikenal per desa dulu nanti naik beberapa desa, nanti dikenal kecamatan, dan meningkat terus menerus sehingga dibutuhkan pertunjukkan-pertunjukkan untuk memfasilitasi mereka,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler