Sosial
Upaya Membangkitkan Seni Batik Tulis di Tengah Gempuran Batik Printing
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Saat ini batik telah diakui Unseco sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Namun seiring perkembangan zaman, seni batik tulis terus kalah bersaing dengan keberadaan batik printing. Harga yang jauh lebih murah membuat banyak dari konsumen yang memilih untuk membeli batik printing.
Sejumlah upaya terus dilakukan untuk membuat batik tulis berkembang. Seperti yang dilakukan oleh Guntur Susilo warga Padukuhan Kepek I, Desa Kepek Kecamatan Wonosari menggunakan teknologi sebagai acuan membatik. Dengan pemberdayaan ibu-ibu sekitar tempat tinggalnya, ia menciptakan Kampung Batik Siberkreasi.
Guntur awalnya berniat memberi kegiatan ibu-ibu di kampungnya dengan mengangkat tema Batik Sebagai Bekal Kearfian Lokal di Era Digital. Menurutnya, batik dan internet memang sama-sama media. Jika zaman dahulu nenek moyang membuat batik sebagai media penyampaian pesan-pesan moral kearifan lokal dengan filosofi harapan positif, namun akhir-akhir ini batik mengalami krisis. Krisis yang ia maksud ialah, banyak orang melihat batik hanya berdasarkan warnanya yang cerah dan harganya yang murah. Hal ini membuat pasaran batik tulis anjlok, sedangkan batik printing terangkat.
“Batik printing yang kini menggeliat di pasaran sebetulnya bukan batik. Namun hanya kain bermotif hasil cetakan dan bermotif batik, bukan handmade juga tanpa perintangan malam,” ucap Guntur kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (24/09/2019).
Menurutnya, internet sebagai media pun ia nilai tengah memasuki masa krisis. Ketika tidak bijak menggunakannya akan terjebak dengan berita hoax juga ujaran kebencian.

“Oleh karenanya dari Kampung Batik Manding, kami ingin mencoba berusaha merevitalisasi batik dan internet agar kembali kepada makna dan fungsinya,” ujar Guntur.
Dengan harapan, di era kemajuan seperti saat ini, masyarakat khususnya kaum milenial mampu berpegang teguh dan mempelajari nilai-nilai kearifan lokal melalui motif batik. Dari sinilah kemudian menurut Guntur, Kampung Batik Siberkreasi tercipta.
Bahkan pada 2 Oktober 2018 lalu, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia meresmikan Kampung Batik Siberkreasi di Kampung Batik Manding. Perpaduan batik di era digital menjadi suatu yang khas di Kampung Batik Manding. Teknologi digital dimanfaatkan untuk mendesain, sementara keahlian membatik oleh manusia terus dikembangkan.
“Kampung Siberkreasi merupakan wujud pemikiran lama masyarakat sekitar. Saat ini ada 15 rumah yang menyediakan batik yang dikelola oleh koperasi,” bebernya.
Ia sendiri menggunakan koperasi dengan harapan tidak ada persaingan yang tidak sehat antara pembatik satu dan yang lainnya. Setiap akhir tahun ia Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan kepada ibu-ibu yang merupakan pembatik.
“Masing-masing rumah memilki desain batik yang berbeda tergantung pemiliknya, namun yang khas di Kampung Baik manding ini ialah motif Manding dan Wonopawiro,” beber Guntur.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM, Sih Supriyana mengatakan, ke depan masyarakat pengrajin batik akan mendapatkan pembinaan. Pembinaan tersebut di antaranya bertujuan untuk meningkatkan kualitas batik dan bagaimana memasarkan batik.
“Termasuk saat pembinaan kami akan bekerjasama dengan asosiasi batik ASPETIG,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
