fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Dana Desa Tahun Ini Akan Cair Bulan Februari

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul menargetkan pencairan Dana Desa 2021 dapat diselenggarakan pada bulan Feburari mendatang. Sehingga sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan dana desa dapat segera dilakukan. Syarat utama untuk bisa segera melakukan pencairan dana desa adalah sudah disahkannya APBKalurahan 2021.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan APBKal menjadi syarat pokok untuk bisa dicairkannya dana desa di setiap kalurahan. Data per Kamis (28/01/2021) kemarin belum semua kalurahan melaporkan pengesahan APBKal ke bidang pemberdayaan.

“Masih ada sekitar 25 kalurahan yang belum melaporkan ke kami. Mungkin hanya belum melakukan oelaporan saja, untuk pengesahannya mungkin sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Subiyantoro.

Jika semua kalurahan sudah melakukan pengesahan APBKalurahan, diharapkan pada Bulan Februari mendatang anggaran sudah bisa dicairkan. Sehingga program-program yang telah disusun untuk masyarakat dapat segera direalisasikan.

“Untuk pencairannya 40 persen kalurahan biasa dan 60 persen dana desa untuk kalurahan mandiri,” imbuhnya.

Tahun 2021 ini, anggaran dana desa masih difokuskan untuk penanganan dan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang terdampak atau membutuhkan. BLT ini akan diberikan selama 12 bulan kedepan, sedangkan untuk pemberdayaan dan pembangunan juga dilakukan namun demikian prosentasenya masih kecil.

“Ya masih fokus untuk BLT dan penanganan covid ditingkat kalurahan padukuhan,” sambung Subiyantoro.

“Ini kan baru tahap pertama. Kemudian tahap kedua itu kalurahan mandiri 20 persen, kalurahan biasa 40 persen. Ditahap ketiga 20 persen semua,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk tahun 2021 ini pemerintah mendapatkan transfer dana desa sebesar 144 miliar rupiah yang disalurkan ke kalurahan. Anggaran tersebut pembagiannya tidak serta merta sama, namun disesuaikan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Kemudian disesuaikan dengan kondisi jalurahan tersebut kebutuhannya bagaimana.

Setiap tahunnya anggaran dana desa yang diterima terus mengalami kenaikan. Tahun sebelumnya, dana desa difokuskan untuk pembangunan infrastruktur sesuai dengan program pemerintah terkait pembangunan jalan dan fasilitas lainnya. Namun demikian, karena ada pandemi fokus pemanfaatannya berubah.

Lurah Semin, Tri Sutrisno mengungkapkan, kalurahannya sudah melakukan pengesahan APBKalurahan. Dalam berkas tersebut, anggaran yang dimiliki kalurahan masih difokuskan untuk BLT dan penanganan serta pencegahan covid19.

“Masih ada beberapa warga yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Mereka akan difokuskan untuk penerimaan BLT 2021 ini,” ucapnya.

Disinggung mengenai pembangunan fisik ia mengatakan, dari Anggaran Dana Desa yang dimiliki juga akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 557.156.000.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler