Pemerintahan
Rencana Revisi RTRW, 2 Lokasi Mencakup 4 Kapanewon Jadi Kawasan Industri
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak tahun 2019 lalu, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau pada nomenklatur anyar disebut Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana telah melakukan review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Gunungkidul sesuai dengan peruntukannya. Rekomendasi Gubernur terkait RTRW ini beberapa waktu lalu sudah turun. Saat ini, perubahan berkaitan dengan RTRW di Gunungkidul sendiri masih menunggu rekomendasi Kementerian ATR/BPN untuk kemudian dilanjutkan prosesnya. Berkaitan dengan rencana RTRW anyar ini, ada 2 lokasi kawasan industri yang kemudian mencakup 4 kapanewon.
Kepala Bidang Tata Ruang, Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana Gunungkidul, Fahrudin mengungkapkan, pada proses review yang dilakukan sendiri mengacu berdasarkan RTRW lama dan kemudian dilakukan survei serta pemetaan. Menurutnya, ada beberapa kawasan yang memang mengalami perubahan baik luasan maupun lainnya.
Beberapa diantaranya yaitu, kawasan industri masuk di Lokasi Mijahan yang mencakup Kapanewon Semanu, Wonosari dan Karangmojo. Kemudian juga Lokasi Semin yaitu berada di Kalurahan Candirejo dengan luasan wilayah yang bertambah.
“Saat ini ada usulan penambahan wilayah cakupan di Semin, tapi belum diacc. Saat ini yang sudah disetujui hanya di Candirejo itu dengan luasan yang bertambah,” ucap Fahrudin, Jumat (29/01/2021).
Sedangkan untuk kawasan pendidikan menurutnya tidak mengatur wilayah. Hal ini karena disesuaikan kebutuhan pendidikan misalnya saja Perguruan Tinggi dan lainnya. Namun begitu, saat ini untuk lokasi berdirinya kawasan pendidikan memang berada di pinggiran. Hal ini lantaran sudah padatnya kawasan kota sehingga dengan berbagai pertimbangan tidak memungkinkan tempat pendidikan akan dibangun di wilayah kota.
“Kalau kawasan pendidikan kita tidak ada aturan tempat, jadi tergantung dengan yang mau mendirikan. Semua orang bisa mengakses tempatnya,” sambung dia.
Lebih lanjut terkait dengan kawasan pertambangan, sejauh ini ada Kapanewon Semin dan Ponjong dikenal sebagai kawasan pertambangan mengingat batu kapur di wilayah ini potensinya sangat besar. Namun demikian, memang beberapa kawasan lain juga ada blok -blok tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk pertambangan.
Dari Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana saat ini juga diminta untuk melakukan peraturan di mana ada kajian tertentu mengenai RTRW ini. Sebagai contohnya, dalam perda RTRW 2010 lalu bangunan bertingkat diatur ketinggiannya, mengingat kondisi geografis yang seperti ini.
“Contohnya di Wonosari bangunan bertingkat maksimal 4 lantai. Nah ini yang menjadi PR kita, bisa tidak pasal itu luwes disesuaikan dengan kebutuhan. Harus ada kajiannya sendiri dari pembuat bangunan, misalnya salah satu rumah sakit swasta kemarin bangun 5 lantai itu dengan kajian kesesuaian ketinggian,” paparnya.
Saat ini, RTRW Gunungkidul yang baru ini masih berproses di Kementerian ATR/BPN sembari menunggu PP Undang-Undang Cipta Kerja selesai. Jika sudah nantinya revisi-revisi kecil akan segera dibahas dengan DPRD Gunungkidul dan dilakukan pembahasan bersama.
“Terkait dengan review dulu sudah dikoordinasi bersama. Ini ada revisi-revisi sembari nunggu UU Cipta Kerja itu, setelah selesai baru kita bahas lagi,” tutupnya.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized21 jam yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
