fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dapur dan Perabot Milik Sudaristanto Luluh Lantak Diamuk si Jago Merah

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar.com)–Sudaristanto warga Padukuhan Sawahan II, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen harus menangguk kerugian besar. Pasalnya, sebagian bangunan rumahnya luluh lantak setelah diamuk si jago merah pada Rabu (11/05/2022) siang tadi. Diduga, kejadian ini dipicu oleh korsleting listrik.

Anggota Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul, Totok menjelaskan, api yang kemudian membesar dan meluluhlantakan bangunan rumah Sudaristanto ini diketahui pertama kali muncul dari dalam dapur. Api dengan cepat membesar lantaran memang di dalam bangunan yang berbahan kayu tersebut, memang ada banyak barang yang mudah terbakar.

Tak hanya membesar, api juga merembet ke seluruh bangunan dapur milik korban. Lantaran kejadian yang begitu cepat, sejumlah barang elektronik maupun perabot di dapur tak sempat diselamatkan.

Berita Lainnya  Tinggal Sendirian Jauh Dari Tetangga, Giyem Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kondisi Membusuk

“Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB tadi,” ujar Totok.

Sejumlah warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api lantas berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka lantas berupaya untuk memadamkan api meski dengan peralatan ala kadarnya. Insiden ini lalu dilaporkan ke Unit Damkar yang kemudian langsung menerjunkan personel maupun peralatan.

Saat petugas datang, api sendiri sudah berkobar cukup besar dan membakar hampir seluruh bagian dapur. Sekitar 20 menit, api akhirnya berhasil dijinakkan dan dipadamkan. Akan tetapi bangunan beserta perabot di dalamnya sudah hangus terbakar.

“Proses pemadaman sendiri memang cukup lama karena api lumayan besar,” jelas dia.

Masih belum diketahui penyebab kebakaran ini. Namun begitu, berdasarkan dugaan sementara, api diduga berasal dari korsleting intalasi listrik di bagian dapur.

Berita Lainnya  Curi Kambing di Tengah Keramaian Pasar, Pria Paruh Baya Sempat Dikepung Massa

Kerugian atas kejadian tersebut masih belum bisa dipastikan. Namun begitu, berdasarkan perkiraan sementara, kerugian sendiri mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Menurut Totok, warga dan pemilik bersama-sama mengevakuasi barang yang sekiranya masih bisa diselamatkan.

“Sudah selesai untuk penanganan kita. Saat kejadian hanya ada anaknya, pemilik sedang tidak di rumah,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler