fbpx
Connect with us

Olahraga

Datangkan 6 Pemain Luar Gunungkidul, Persig Makin Pede Hadapi Laga Perdana Liga 3 DIY

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Liga 3 Zona DIY sebentar lagi akan bergulir. Dalam ajang ini, Persig Gunungkidul tergabung di Grup A yang diklaim sebagai grup neraka bersama Mataram Utama, JK FC United, PS HW, dan Persiba Bantul. Laga perdana Persig Gunungkidul akan berlangsung pada Senin (15/11/2021) esok melawan Mataram Utama.

Pelatih Persig Gunungkidul, Titus Suharto mengungkapkan, pihaknya sangat percaya diri menghadapi laga-laga Liga 3 zona DIY. Menurutnya, teknik dan kualitas pemain-pemain Persig Gunungkidul sendiri masih sangat kompetitif bersaing dengan pemain lain di Liga 3 DIY. Meskipun persaingan dengan klub-klub mapan lainnya di Grup A, hal tersebut bukanlah suatu masalah baginya.

“Pemain Persig Gunungkidul itu semangatnya luar biasa. Untuk pesaing terberat ada pada Mataram Utama yang memang banyak dihuni pemain dan tim yang sudah profesional,” ungkapnya saat launching jersey Persig Gunungkidul, Sabtu (13/11/2021) malam kemarin.

Lolos ke liga 2 nasional disebutkan Tinus menjadi harga mati bagi Persig Gunungkidul. Apalagi persiapan saat ini tergolong mapan di mana Persig Gunungkidul mampu mendatangkan sejumlah pemain senior yang telah malang melintang di kompetisi nasional. Salah satunya adalah mantan pemain PSS Sleman, Andrid Wibowo.

Tentunya kedatangan Andrid yang memang telah berpengalaman akan menambah daya dobrak serangan dan sekaligus juga menambah kepercayaan diri para pemain lainnya yang memang masih tergolong muda. Keberadaan senior-senior yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi juga akan sangat membantu mengarahkan dan menenangkan pemain dalam menerapkan strategi di tiap pertandingan nantinya.

“Ya jelas untuk senior bisa memberikan contoh atau menjadi leader. Kita berharap banyak kepada mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Persig Gunungkidul, Agus Mantara, menyampaikan, Persig Gunungkidul telah melaunching jersey yang akan digunakan dalam pertandingan liga 3 DIY. Ia berharap kompetisi ini ke depan bisa menjadi titik tolak kebangkitan sepakbola Gunungkidul.

Dalam rangka untuk memperbaiki sistem manajemen agar lebih baik, sejumlah langkah sudah dilakukan oleh manajemen Persig Gunungkidul. Salah satunya adalah dengan memisahkan kerja antara manajemen dan pelatih agar lebih fokus dalam persiapan kompetisi. Selain itu, ada jenjang umur akademi sepakbola agar potensi-potensi pemain sepakbola dapat lebih tergarap dan sebagai regenerasi pemain Persig Gunungkidul.

“Selama ini kan Persig dulu kerjanya belum maksimal, karena dulu ya manajemen, ya pelatih jadinya repot. Nah sekarang ini kami berupaya membagi pekerjaan itu, harapannya dengan adanya pemilihan pekerjaan itu hasilnya bisa maksimal,” ucapnya.

Agus menambahkan, materi pemain Persig Gunungkidul dalam liga 3 DIY terdapat rekrutan pemain yang berasal dari pemain luar daerah. Hal tersebut untuk memberikan motivasi kepada pemain-pemain lokal sehingga dapat terpacu dalam latihan maupun saat bertanding.

“Harapannya teman-teman ini bisa terpompa semangatnya oleh teman barunya, dan ini menjadi konsentrasi kami. Harapannya bisa menghasilkan prestasi tersendiri di Liga 3, kemarin ada sekitar 6 pemain dari luar daerah. Untuk namanya kita masih belum bisa sampaikan, baru 2 hari kemarin datang,” terang Agus.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler