Pemerintahan
DBD di Gunungkidul Tembus 660 Kasus, 3 Orang Meninggal Dunia
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak beberapa bulan terakhir ini mewabah di Kabupaten Gunungkidul. Adapun jumlah kasus sendiri telah mencapai lebih dari 600 kasus. Namun setelah mengalami fase outbreak pada bulan Januari sampai dengan Maret lalu, kasus DBD di Gunungkidul berangsur mengalami penurunan jumlahnya di setiap bulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan, samapai dengan hari ini data yang terlaporkan ke Dinas Kesehatan ada 660 kasus demam berdarah di Kabupaten Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, ada 3 anak yang meninggal dunia. Yang terbaru adalah kejadian di Rabu (15/05/2024) kemarin. Seorang remaja kelas 2 SMP warga Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini.
“Kasus DBD memang terus bertambah jumlahnya, namun pada Maret sampai dengan Mei ini mengalami penurunan setiap bulannya. Ya meski begitu, kemarin ada penambahan 1 kasus meninggal dunia,” ucap Ismono, Kamis (16/05/2024).
Sejak bulan Januari lalu terus mengalami peningkatan dan memasuki musim kemarau ini kasus sedikit mengalami penurunan. Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul menyebutkan, pada Januari ada 84 kasus demam berdarah, bulan Februari meningkat menjadi 197 kasus.
Puncak tingginya kasus demam berdarah terjadi pada bulan Maret 2024 yang mencapai 216 kejadian. Seiring dengan kondisi daerah yang mulai beralih dari musim penghujan menjadi kemarau, kasus demam berdarah pun juga mengalami penurunan di bulan April kemarin yaitu sebanyak 104 kasus. Sedangkan di bulan Mei ini ada 60 kasus dengan 1 kasus kematian. Meski begitu, laporan masih terus diupdate oleh dinas kesehatan.
Sebagai upaya pengendalian dan pencegahan DBD tetap berdasarkan pada PSN. Dinas bergerak melakukan fogging di lokasi-lokasi kasus demam berdarah. Menurutnya, fogging baru dilakukan jika kasus dan ditemukannya potensi penularan. Hal ini sesuai denganan hasil penyelidikan epidemiologi (PE).
Selain itu pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk memperkuat gerakan 1 rumah 1 jumantik, mengaktifkan PSN secara rutin. Kemudian meningkatkan kewaspadaan jika ada kasus dan risiko terjadinya penularan dan pemberian biolarvasida sebagai antisipasinya. Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan prinsip 3M Plus (Mengubur, Menguras, Menutup, dan penggunaan Abate). Dinas menekankan agar masyarakat lebih waspada lagi.
“Pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi hal utama,” terangnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
