fbpx
Connect with us

Pariwisata

Di Balik Pesona Yang Memikat, Pantai Sedahan Memiliki Palung Tersembunyi

Diterbitkan

pada

Girisubo,(pidjar.com)–Pantai Sedahan yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo memang menawarkan keindahan tersendiri yaitu seperti pantai pribadi. Namun siapa sangka di balik keindahannya, terdapat spot berbahaya di pantai ini. Lengah sedikit saja, akan berbahaya bagi para pengunjung. Dalam kurun waktu beberapa pekan ini, pantai Sedahan telah memakan korban hingga merenggut nyawa pengunjung.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (13/10/2018) kemarin. Sebanyak empat pelajar belasan tahun asal Semarang tergulung ganasnya ombak Pantai Sedahan. Tiga pelajar dapat diselamatkan oleh petugas. Sayangnya satu korban atas nama Danang Lutfi Priyambhodo hingga Minggu (14/10/2018) masih dalam pencarian petugas.

Koordinator SAR wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Hondoko memaparkan, adapun di pantai Sedahan  terdapat palung yang sangat berbahaya. Kedalamannya pun masih belum diketahui oleh petugas, akan tetapi dipastikan atus di sekitar lokasi itu pun cukup deras. Lalai saat bermain air di sekitaran palung tersebut bukan tidak mungkin pengunjung akan tergerus ombak dan tenggelam.

Berita Lainnya  Motor Patah Jadi Dua Usai Tabrakan Hebat Dengan Truk, Pemotor Tewas di Tempat

“Jaraknya tidak begitu jauh dengan tepi pantai. Jika dilihat dari kejauhan sama dengan permukaan pantai biasa, namun sebenarnya sangatlah berbahaya,” kata Sunu, Minggu (14/10/2018).

Mendasar dari pengalaman ini, banyaknya korban berjatuhan dari petugas sendiri akan berupaya melakukan penambahan banner atau tulisan untuk lebih berhati-hati. Selain itu penjagaan di pantai ini juga akan lebih diperketat. Hal itu dilakukan agar tidak ada korban berjatuhan baik luka ringan atau hingga merenggut nyawa.

Adapun hasil perkembangan pencarian korban laka laut kemarin menerjunkan sekitwr 15 personil. Dari SAR, Kepolisian maupun dari Basarnas namun demikian sekitar pukul 17.30 WIB pencarian terpaksa harus dihentikan lantaran belum ditemukannya tanda-tanda. Semula pencarian melalui jalur darat dilakukan pemantauan dari atas tebing dan penyisiran 200 meter dari tempat kejadian perkara. Dibantu  menggunakan perahu sekitar radius 300 meter.

“Kami belum bisa memastikan korban dalam kondisi selamat atau meninggal. Yang jelas kami berupaya melakukan pencarian. Kalau melihat pengalaman yaa, kemungkinan terburuk pasti seperti itu” imbuh dia.

Adapun semalam dari anggota Basarnas juga melakukan penyisiran di seputaran TKP. Pagi ini, dimulai pukul 05.00 WIB belasan personil disiagakan untuk melakukan pencarian. Satu unit kapal digunakan untuk pencarian ke wilayah perairan Sadeng hingga Siung. Satu kapal lain melajukan penyisiran ke perairan Wediombo dan sekitar TKP.

Berita Lainnya  Angin Kencang Berujung Bencana, 2 Rumah Warga Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang

Sedangkan untuk jalur darat penyisiran dilakukan radius 500 meter pantao Dadapan, radius 200 meter sekitar lokasi kejadian, dan 800 meter sekitar pantai Greweng pemantauan melewati tebing-tebing.

Diketahui, pada sekitar tanggal 25 September lalu 2 orang ditemukan meninggal dunia setelah terseret dan tenggelam di pantai ini. Proses pencarian pun sempat memakan waktu beberapa jam hingga korban ditemukan. Sabtu (13/10/2018) kemarin, 3 pelajar terseret ombak sedangkan Danang Lutfi hendak menolong temannya, namun justru ia terseret ombak dan tenggelam hingga saat ini belum diketahui.(arista)

 

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler