Olahraga
Robohkan Empat Tenda, Lesus Sempat Kacaukan Kejurda Panahan DIY di Lapangan Ksatrian
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kejuaraan Daerah tingkat DIY digelar di Lapangan Kesatrian, Kecamatan Wonosari pada Minggu (14/10/2018). Sejak Minggu pagi tadi, ratusan atlet panahan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di DIY berlaga. Yang menarik, dalam ajang bergengsi ini sempat tersendat selama beberapa saat lantaran adanya insiden angin kencang. Kencangnya angin atau biasa disebut oleh masyarakat Gunungkidul dengan lesus tersebut mengakibatkan tenda yang terpasang ambruk. Beruntung tidak sampai ada korban luka atas kejadian itu.
Salah satu kontingen dari Gunungkidul, Sumanto memaparkan, pagi tadi di lokasi Lapangan Kesatrian Wonosari, para peserta sempat terjadi angin kencang yang berpusar di sekitar lapangan. Angin itu kemudian memporak-porandakan membuat sebanyak 4 set tenda yang lalu roboh. Tak hanya itu, beberapa atribut lain pun juga terbawa angin. Sumanto mengatakan, beruntung musibah tersebut hanya berlangsung sebentar, sehingga tidak sampai berdampak besar dan mengakibatkan atlet-atlet cidera.
“Kenceng memang anginnya tadi. Tapi setelah kejadian dari panitia langsung mengkondisikan lokasi, sehingga dapat kembali digunakan,” kata Sumanto yang juga bertindak sebagai panitia saat dihubungi pidjar-com-525357.hostingersite.com.
Kejadian itu sempat direkam oleh salah seorang warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi, sempat beredar pula melalui pesan Whatsapp. Video berdurasi 49 detik itu menggambarkan keheranan masyarakat mengenai apa yang tengah terjadi di sekitar lapangan Kesatrian. Namun demikian tak berselang lama, langsung berangsur normal.
Pembenahan sebagian atribut penunjang kegiatan langsung dilakukan oleh pihak panitia. Agar ajang bergengsi ini dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu para atlet dalam berlaga. Kepanikan pun langsung dapat diredam oleh panitia dan orang tua yang mengantarkan putra putrinya.

“Sudah kembali normal kegiatannya, ini terus berlangsung. Tidak ada ketakutan kok, namanya juga musibah itukan tidak dikehendaki oleh kami selaku panitia. Kalau untuk persiapan kami sudah semaksimal mungkin,” ucapnya.
Sumanto menambahkan, ratusan atlet dari empat kabupaten satu kota ini tengah mengikuti even Kejurda DIY. Sebanyak 170 atlet berlaga mempertontonkan bakat dan kemampuannya dalam memanah. Ajang ini digelar sebagai bentuk persiapan para atlet mengikuti Porda tahun 2019 mendatang. Meski masih cukup lama ajang olahraga terbesar di DIY tersebut berlangsung, namun persiapan sudah mulai dilakukan agar nantinya kualitas masing-masing atlet lebih meningkat.
Selain sebagai persiapan, kegiatan lomba memang sengaja memilih lapangan Kesatrian karena letaknya yang strategis. Sehingga dapat mengenalkan olahraga ini kepada masyarakat Gunungkidul.
“Semua kelas dipertandingkan. Mulai dari usia 9 tahun hingga mereka yang berusia 17 tahun,” imbuh Sumanto.
Disinggung mengenai eksistensi atlet panahan asal Gunungkidul, dirinya mengaku kualitas para atlet tidak diragukan kembali. Terbukti dari beberapa anak binaannya, memiliki kualitas yang cukup baik. Dari Gunungkidul sendiri pada ajang ini mengirimkan total 32 atlet.
Namun begitu dukungan dari masyarakat dan pemerintah masih seolah belum maksimal. Di satu sisi jika dilihat dari kacamata pegiat olahraga, panahan telah mulai bergeliat akan tetapi jika orang awam yang melihat olehraga panahan di Gunungkidul masih terkesan asing. Hal itulah yang mendorong dirinya untuk lebih giat melakukan pendekatan dan pengenalan kepada masyarakat.
Menurut dia, masa depan olahraga panahan di Gunungkidul sebenarnya sangat besar. Antusiasme anak-anak dalam menekuni olahraga yang satu ini cukup tinggi selama beberapa tahun belakangan. Setiap harinya para atlet pemula maupun senior berlatih teknik-teknik memanah yang benar dan tepat sasaran. Jam terbang para atlet pun juga lumayan padat, dimana beberapa even tingkat nasional hingga internasional telah diikuti dan menyabet juara.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized3 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa2 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized1 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized5 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
