Budaya
Dibalik Keberhasilan Pelacakan Makam Mantan Bupati Gunungkidul, Kundha Budaya Sampai Gunakan Ahli Spiritual
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kundha kabudayan berhasil menyelesaikan penelusuran makam-makam mantan bupati Gunungkidul terdahulu. Uniknya dalam pelacalan yang dilakukan oleh tim ini meminta bantuan ahli spiritual dengan metode retrokognisi. Langkah ini diambil sebagai penelusuran sejarah sebab dinas kesulitan dalam menggali informasi dari ahli waris.
Kepala Bidang Sastra Bahasa Sejarah dan Permuseuman, Kundha Kabudayan Gunungkidul, Sigit Pramudiyanto mengatakan penelusuran makam bupati Guningkidul ini menggunakan berbagai metode. Sempat dilakukan pelacakan berdasarkan sumber sejarah, maupun penelusuran ahli waris. Namun beberapa diantaranya ada kendala karena sulit melakukan pelacakan.
Sehingga tim meminta bantuan ‘orang pintar’ atau praktisi spiritual/budaya. Dalam prosesnya meminta bantuan orang pintar ini melalui metode retrokognisi. Dimana melihat sebuah peristiwa atau kejadian di masa lalu yang direkonstruksi ulang dengan perangkat insuisi dan melakukan komunikasi dengan alam gaib.
“Setelah diketahui lokasinya dengan metode retrokognisi, dilanjutkan dengan mencari ahli warisnya, ternyata benar dan terverifikasi baru bisa dipastikan itu makam bupati,” kata Sigit Pramudiyanto.
Hasilnya memang benar setelah dilakukan pencocokan memang ditemukan makam dan silsilah keluarga dari mantan bupati Gunungkidul. Dari lima makam yang dicari, 4 diantaranya sudah ditemukan makam Bupati Raden Tumenggung (RT) Prawirosetiko; RT Suryokusumo; RT Padmonegoro; RT Danuhadiningrat.
Sedangkan untuk RT Wiryodiningrat sampai sekarang tim belum menemukan silsilah bupati yang menjabat tahun 1901 sampai 1914 itu. Menurutnya mayoritas makam tersebut ditemukan dalam kondisi makam juga kurang terawat, kemungkinan karena silsilahnya sudah tidak mengetahui leluhurnya.
“Di luar Gunungkidul semua. Nanti akan kita sampaikan lebih lanjut,” sambung dia.
Selama ini, Gunungkidul telah dipimpun oleh 28 Bupati. 24 diantaranya sudah meninggal dunia, adapun untuk makam tidak diketahui keberadaannya mulanya 10 kemudian sekarang sudah ketemu beberapa sehingga masih sisa 5 yang akan dilakukan pencarian lanjutan.
Sigit memaparkan, pelacakan makam bupati ini diperlukan untuk sejarah kabupaten Gunungkidul. Selain itu untuk memberikan penghargaan kepada mantan bupati karena setiap perayaan hari jadi kabupaten akan dilakukan ziarah makam.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized6 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
