fbpx
Connect with us

Budaya

Dibalik Keberhasilan Pelacakan Makam Mantan Bupati Gunungkidul, Kundha Budaya Sampai Gunakan Ahli Spiritual

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kundha kabudayan berhasil menyelesaikan penelusuran makam-makam mantan bupati Gunungkidul terdahulu. Uniknya dalam pelacalan yang dilakukan oleh tim ini meminta bantuan ahli spiritual dengan metode retrokognisi. Langkah ini diambil sebagai penelusuran sejarah sebab dinas kesulitan dalam menggali informasi dari ahli waris.

Kepala Bidang Sastra Bahasa Sejarah dan Permuseuman, Kundha Kabudayan Gunungkidul, Sigit Pramudiyanto mengatakan penelusuran makam bupati Guningkidul ini menggunakan berbagai metode. Sempat dilakukan pelacakan berdasarkan sumber sejarah, maupun penelusuran ahli waris. Namun beberapa diantaranya ada kendala karena sulit melakukan pelacakan.

Sehingga tim meminta bantuan ‘orang pintar’ atau praktisi spiritual/budaya. Dalam prosesnya meminta bantuan orang pintar ini melalui metode retrokognisi. Dimana melihat sebuah peristiwa atau kejadian di masa lalu yang direkonstruksi ulang dengan perangkat insuisi dan melakukan komunikasi dengan alam gaib.

“Setelah diketahui lokasinya dengan metode retrokognisi, dilanjutkan dengan mencari ahli warisnya, ternyata benar dan terverifikasi baru bisa dipastikan itu makam bupati,” kata Sigit Pramudiyanto.

Hasilnya memang benar setelah dilakukan pencocokan memang ditemukan makam dan silsilah keluarga dari mantan bupati Gunungkidul. Dari lima makam yang dicari, 4 diantaranya sudah ditemukan makam Bupati Raden Tumenggung (RT) Prawirosetiko; RT Suryokusumo; RT Padmonegoro; RT Danuhadiningrat.

Sedangkan untuk RT Wiryodiningrat sampai sekarang tim belum menemukan silsilah bupati yang menjabat tahun 1901 sampai 1914 itu. Menurutnya mayoritas makam tersebut ditemukan dalam kondisi makam juga kurang terawat, kemungkinan karena silsilahnya sudah tidak mengetahui leluhurnya.

“Di luar Gunungkidul semua. Nanti akan kita sampaikan lebih lanjut,” sambung dia.

Selama ini, Gunungkidul telah dipimpun oleh 28 Bupati. 24 diantaranya sudah meninggal dunia, adapun untuk makam tidak diketahui keberadaannya mulanya 10 kemudian sekarang sudah ketemu beberapa sehingga masih sisa 5 yang akan dilakukan pencarian lanjutan.

Sigit memaparkan, pelacakan makam bupati ini diperlukan untuk sejarah kabupaten Gunungkidul. Selain itu untuk memberikan penghargaan kepada mantan bupati karena setiap perayaan hari jadi kabupaten akan dilakukan ziarah makam.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler