fbpx
Connect with us

Hukum

Diduga Pekerjakan Anak PKL Hingga Larut Malam, KPU Gunungkidul Dilaporkan ke Polisi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sengketa antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul dengan mantan bakal calon Bupati Gunungkidul, Kelick Agung Nugroho terus berlanjut. Pada Kamis (24/06/2021) kemarin, Kelick kembali melaporkan KPU Gunungkidul atas dugaan pelanggaran UU Perlindungan Anak. Laporan sendiri dilayangkan ke Mapolres Gunungkidul.

Kepada awak media Kelick mengaku, pihaknya melaporkan anggota KPU karena mempekerjakan anak di bawah umur dalam tahapan Pemilu. Pihaknya melihat, pada proses pemeriksaan berkas dokumen dukungan, pihak KPU Gunungkidul mempekerjakan para siswa SMK yang tengah PKL untuk membantu melaksanakan tahapan tersebut. Bahkan menurut Kelick, para siswa yang tentunya masih di bawah umur ini bekerja hingga larut malam.

“Pada 23 Februari 2020 kami mendapati anak SMK yang sedang PKL bekerja memeriksa berkas dari jam 24.00 WIB sampai 03.00 WIB,” papar Kelick.

Ia mengidentifikasi hal tersebut melanggar UU Perlindungan Anak. Bawasanya anak-anak yang turut memeriksa berkas dari tengah malam hingga pagi tersebut masih berusia di bawah 18 tahun.

“Ini kan berarti mengeksploitasi anak. Mereka kan secara psikis belum mampu menerima beban kerja yang cukup berat,” imbuh dia.

Atas dasar tersebut, ia kemudian memilih jalur hukum dengan melaporkan pelanggaran tersebut ke Satreskrim Polres Gunungkidul. Kelick berharap laporan tersebut bisa ditindaklanjuti sehingga hal serupa tak lagi terulang.

Terpisah, Komisioner KPU Gunungkidul, Rohmad Qomarudin saat dikonfirmasi menyatakan belum mengetahui secara jelas berkaitan dengan pelaporan tersebut. Ia secepatnya akan melaksanakan koordinasi dengan pimpinan kaitannya dengan adanya pelaporan terhadap institusinya.

“Justru kami baru tahu laporan ini, akan kami koordinasikan agar nanti secara kelembagaan segera bersikap,” tandas Rohmad.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler