fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Digelontor Danais 4 Miliar, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Pembangunan Kawasan Konservasi Satwa Lokal

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Lingkungan hidup tengah menyusun rencana pembangunan kawasan konservasi satwa lokal di Kalurahan Giritirto, Kapanewon Saptosari. Anggaran miliaran telah disiapkan untuk merealiasasikan rencana konservasi tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, rencana pembangunan kawasan konservasi satwa lokal ini muncul karena potensi yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul cukup besar. Penyusunan masterplan dan DED akan segera disusun untuk merealisasikan rencana tersebut. Saat ini, tahapan yang tengah dilakukan adalah pengadaan seluas 2 hektare di Kalurahan Giritirto.

“Dimulai dengan penyiapan lahan terlebih dahulu. DED juga disusun,” papar Harry Sukmono.

Anggaran sebesar Rp 4 miliar disiapkan oleh pemerintah melalui Dana Keistimewaan telah dipersiapkan oleh pemerintah untuk merealisasikan program tersebut. Secara teknis akan diliha kesiapan fasibilitasnya bagaimana, adapun arah kedepannya akan menuju kearah wisata konservasi.

“Ya nanti seiring berjalannya waktu nanti arahnya demikian (wisata). Tapi untuk konservasi ini tidak fokus di monyet ekor panjang saja tapi ada satwa lokal lainnya,” paparnya.

Berita Lainnya  Serapan Kuota Pupuk Subsidi Masih Rendah, Petani Diminta Segera Lakukan Penebusan

Disinggung mengenai jenis satwa yang akan mengisi kawasan konservasi di wilayah Giritirto tersebut, Harry mengatakan bila nantinya ada beberapa jenis satwa lokal yang akan dipelihara dan dirawat di tempat tersebut. Kendati demikian, ia belum bisa menyebutkan secara detail.

“Untuk jenisnya nanti, saat ini masih dilakukan identifikasi,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan, program pembangunan kawasan konservasi ini merupakan salah satu upaya pengendalian masalah monyet ekor panjang di Gunungkidul. Termasuk penanganan pengendalian ekosistem agar habitatnya tidak mengganggu. Kendati demikian, tidak serta merta hanya monyet ekor panjang.

“Wilayahnya di Giritirto, Kapanewon Purwosari sebagai langkah awal penyiapan ekosistem lokal MEP. Pengembangan ke hal yang lain seperti destinasi wisata nanti menyesuaikan potensinya dulu,” ujar Mohamad Arif Aldian.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler