Sosial
Dikeluhkan Warga Lantaran Dikerjakan Asal-asalan, Pembangunan Irigasi Simo Terancam Tak Rampung Tepat Waktu
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pekerjaan pembangunan jaringan irigasi sepanjang 922 meter di Simo, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong terancam tidak selesai dikerjakan tepat waktu sesuai dengan kontrak. Padahal, pembangunan irigasi yang dibiayai Dana Alokasi Khusus ini menelan anggaran hingga Rp 2, 128 milyar. Kontraktor pemenang lelang juga dikeluhkan masyarakat lantaran dalam pengerjaaan proyek dari DPU ESDM Pemda DIY ini, terkesan asal jadi dan kurang profesional.
“Masa di bagian tebing hanya ditata batu putih kosong lantas ditempeli besi lalu baru ditutup dengan cor semen? Bahkan ada tebing masih utuh tanah yang hanya ditempeli besi langsung mau dicor? Setahu saya mestinya ditalud secara baik, ditempeli besi, baru dicor permanen. Sebab kalau dikerjakan seperti itu, saya jamin tidak akan lama saluran ini akan rusak kembali,” keluh Suhar (50), salah seorang petani di sekitar DAM Simo, Jumat (30/08/2019) siang.
Lebih lanjut Suhar memaparkan, di posisi lantai di sepanjang jaringan irigasi ini juga seharusnya diberikan alas setebal 15 cm baru dilakukan pengecoran. Hal ini dikandung maksud agar kualitas pekerjaan lebih awet dan bisa bertahan lama dipergunakan oleh ribuan petani di sepanjang aliran jaringan yang dibangun.
“Dan kalau saya menduga ini dikerjakan asal jadi juga bukan sekedar menuduh. Silahkan ditelusuri dari ujung DAM Simo hingga titik paling akhir. Adakah yang sudah selesai dikerjakan 100%? Belum ada, jadi kesannya hanya seperti pekerjaan tambal sulam. Padahal ini menelan anggaran miliaran rupiah lho, sangat kami sayangkan lantaran kamilah yang akan memanfaatkannya,” lanjutnya.
Salah seorang petani lain meyakini pembangunan jaringan irigasi ini tidak akan selesai dikerjakan tepat waktu. Sebab hingga hari ini, diperkirakan baru setengah pekerjaan yang berhasil diselesaikan oleh kontraktor pemenang lelang. Padahal sesuai kontrak, mestinya pada pertengahan September 2019, pekerjaan ini sudah harus selesai.

“Dalam papan nama pekerjaan yang dipasang sebelah selatan sana itu disebutkan bahwa kontrak ditanda tangani per tanggal 22 April 2019 dan dikerjakan selama 150 hari kalender. Jadi seharusnya pertengahan September 2019 sudah selesai dan dapat kita manfaatkan. Harap diketahui saja, bendung DAM Simo ini untuk mengairi sawah seluas 127.621 hektar lho,” celetuk petani lain.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Aan Erlian, pimpinan PT Erlian Prima Group selaku kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi jaringan irigasi di Simo, mengatakan, penyebab molornya pekerjaan yang dilakukannnya lantaran ada beberapa kendala di lapangan.
“Yang pasti minimal pengerjaan tertunda 2 minggu karena aliran air tidak serta merta bisa langsung dihentikan. Di sisi lain, banyak bagian yang ambrol sehingga harus dilakukan penambalan dengan batu putih itu. Yang jelas kita masih terus bekerja keras bahkan lembur agar bisa menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu,” terang Aan.
Ia menambahkan, jika sampai habis kontrak ternyata pekerjaan belum sempurna, sambung Aan, minimal per tanggal 16 September 2019, air sudah bisa mengalir dan dimanfaatkan masyarakat. PT Erlian Prima Group juga akan mengajukan permohonan kepada DPU ESDM DIY agar waktu penyelesaian pekerjaan juga mundur 2 minggu. Hal ini disesuaikan dengan awal waktu pekerjaan dimulai.
“Saya pastikan pertengahan September air sudah mengalir lancar. Kalaupun ada penyempurnaan, itu tinggal di bagian atas saja. Terkait adanya komplain, akan kita tindak lanjuti,” pungkas Aan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized3 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa2 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized1 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized5 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
