Pemerintahan
Dinas Himbau PNS Tak Boleh Gunakan Gas Elpiji Subsidi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Gunungkidul dilarang menggunakan gas tabung elpiji tiga kilogram bersubsidi. Hal ini lantaran melihat dari nilai pendapatan yang diperoleh saat ini, PNS sudah tidak berhak menggunakan elpiji subsidi atau biasa disebut gas melon.
Kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Hidayat mengatakan, PNS bukan golongan yang berhak menerima subsidi tabung gas elpiji. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada seluruh jajaran PNS agar tidak menggunakan elpiji subsidi.
"Elpiji 3 kg itu kan untuk masyarakat miskin. Bagi saya, siapapun yang penghasilannya diatas UMK sudah berada diatas garis kemiskinan. Jadi tidak berhak membeli gas subsidi," jelas dia saat ditemui di ruangannya, Jumat (16/03/2018).
Elpiji 3 kg merupakan produk bersubsidi dan diperuntukkan bagi warga dari kalangan tidak mampu atau yang berpenghasilan di bawah UMK. Namun sayang, karena masih diperjualbelikan secara bebas dan tak ada pengawasan, maka banyak dari golongan yang dianggap mampu, termasuk PNS, membeli barang subsidi tersebut.
"Tinggal bagaimana adanya pegangan moral dari diri masing-masing. Sebenarnya nggak hanya untuk PNS, masyarakat lain, pekerjaan apapun selama penghasilannya di atas UMK berarti dia mampu dan tidak berhak membeli gas subsidi," tuturnya.
Meski begitu, tidak ada hukuman (punishment) dari pemerintah daerah kepada PNS yang kedapatan menggunakan gas elpiji 3 Kg. Hal ini lantaran belum ada aturan hukum yang menjadi pegangan Pertamina untuk melarang penggunaan gas subsidi tersebut bagi masyarakat mampu. Selama ini, Pertamina hanya bersifat persuasif menuliskan sasaran penggunaan pada tabung untuk menyadarkan bahwa gas tersebut hak warga miskin.
Pendistribuasian Barang Subsidi Dinilai Sering Bermasalah
Diakui Hidayat, sistem pendistribusian barang subsidi tak dipungkiri selalu memunculkan permasalahan. Hal ini lantaran barang tersebut masih diperjualbelikan secara bebas sehingga siapa saja bisa membelinya, meski ada himbauan tentang pengguna barang subsidi. Selain itu, hukum yang mengatur kaitannya dengan sanksi pun tidak ada.
Oleh karenanya, ia menilai harus ada perubahan sistem untuk menangani persoalan elpiji subsidi yang diketahui tidak tepat sasaran. Akibatnya, kelangkaan pun sering terjadi karena stok yang terbatas namun permintaan melebihi kuantitas yang ada.
Sistem subsidi orang dengan menggunakan kartu yang belakangan ini digagas presiden, dinilai Hidayat cukup efektif. Sehingga hanya masyarakat yang memiliki kartu tersebut lah yang bisa membeli gas elpiji subsidi. Adapun sistem tersebut telah diterapkan pada pupuk bersubsidi, dimana sejauh yang dia lihat, alur pendistribusiannya tidak lagi semrawut.
"Kemudian dibuat 2 gas elpiji 3 kg, tapi yang satu subsidi, yang satu harga ekonomis atau bright gas 3 kg. Nah harga ekonomis ini khusus untuk golongan yang mampu. Karena masalahnya begini, ada golongan mampu hanya butuh gas kecil saja, jadi mau nggak mau beli yang subsidi. Kalau ada 2 pilihan seperti tadi, golongan mampu yang mau beli gas cukup 3 kg saja, nggak perlu lagi ambil hak masyarakat miskin," terang Hidayat.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
