fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Verifikasi Data Dirampungkan, Bantuan Pangan Non Tunai Mulai Disalurkan April Ini

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Sempat beberapa kali tertunda, pemerintah memastikan akan mulai menyalurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada April 2018 mendatang. Saat ini, proses verifikasi data terkait keluarga penerima manfaat telah dirampungkan. Dengan adanya bantuan ini, maka mekanisme bantuan beras sejahtera yang selama ini ada akan dihapus dan digantikan oleh BPNT.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, bulan Maret 2018 ini menjadi kali terakhir para keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras. Mulai April, para keluarga penerima manfaat tersebut akan mulai mendapatkan bantuan berupa BPNT. Melalui BPNT ini, penerima bantuan akan mendapatkan kartu yang setiap bulannya ditransfer oleh pemerintah sebesar Rp.110.000. Saldo dari kartu ini nantinya bisa ditukarkan dengan bahan pangan berupa beras dan telur di e-warong yang menjadi mitra penyalur bantuan.

Berita Lainnya  Potensi Besar Pertanian Kacang Hijau, Harga Tinggi dan 60 Hari Sudah Panen

“Mulai April ini akan kita terapkan,” beber dia.

Proses penyaluran program BPNT sendiri diungkapkan Siwi mengalami penundaan karena dibutuhkan waktu dalam memverifikasi serta memvalidasi data keluarga penerima manfaat yang diproyeksikan akan menerima bantuan. Saat ini, proses verifikasi data telah hampir dirampungkan. Perubahan data yang dihasilkan dari musyawarah desa telah dikirim oleh pihaknya ke Kementrian Sosial untuk ditindaklanjuti perubahannya.

“Harapannya, data yang dihasilkan dari verifikasi ini bisa sama,” paparnya.

Di Gunungkidul sendiri, tercatat sebanyak 88.262 kepala keluarga penerima manfaat, saat ini sudah selesai dilakukan validasi. Hasilnya, sekitar 9000 keluarga penerima manfaat dilakukan perubahan karena diketahui meninggal dunia, masuk dalam data ganda, atau telah pindah domisili dan tak lagi tinggal di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Diawasi Sat Pol PP, Pasar Tradisional Diperbolehkan Buka Selama Pengetatan Kegiatan Masyarakat

"Jumlah penerimanya tetap, tetapi ada yang diganti karena beberapa alasan, jumlahnya ada sekitar 9000an," kata dia.

Sementara Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Gunungkidul Suyono menambahkan, pemerintah telah mempersiapkan sebanyak 360 e-warong sebagai mitra untuk menukarkan bantuan. Adapun E warong akan ada tiga jenis yakni program dari Bank Mandiri; Rumah Pangan Kita dari Bulog dan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Kementrian Sosial.

"Nantinya masyarakat bisa memanfaatkan E warong untuk membeli kebutuhan pokok dengan kartu yang didapatkan," ujar Suyono.

Dia mengatakan, sebenarnya program ini sudah akan mulai dilaksanakan di awal bulan Februari yang lalu. Namun karena ada sejumlah kendala, termasuk dalam hal ini proses verifikasi data, baru bisa dilaksanakan pada April mendatang.

Berita Lainnya  Kades dan Perangkat Desa Jadi Primadona Politisi, Pemkab Ancam Beri Sanksi Tegas

"Ada kemunduran dari rencana awal karena proses data validasi penerima manfaat, selain itu juga pembentukan agen pangan,"katanya

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler