fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Dinas Kelautan dan Perikanan Klaim Tak Ada Kegiatan Ilegal Fishing di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mendorong nelayan dan masyarakat luas yang melakukan penangkapan ikan harus ramah lingkungan. Berdasarkan data yang ada, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tidak ada laporan yang masuk ke dinas terkait tindak ilegal dalam penangkapan ikan atau kerap dikenal ilegal fishing.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian mengungkapkan, penangkapan ikan menggunakan setrum, racun, ataupun pengeboman sangat membahayakan bagi ekosistem ikan, dimana dapat merusak plasma nutfah yang ada di lokasi tersebut. Selain itu juga merusak terumbu karang, pencemaran lingkungan, dan mematikan berbagai jenis ikan yang ada di sekitarnya.

“Sangat berbahaya, dampaknya berkepanjangan,” kata Krisna Berlian, Rabu (17/02/2021).

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini pihaknya tidak mendapat laporan dari masyarakat atau pun temuan mengenai penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak tersebut. Adapun langkah antisipasi yang telah dilakukan oleh DKP adalah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak pelanggaran tersebut.

Kemudian juga dilakukan pemasangan papan larangan di titik-titik rawan atau strategis. Petugas juga membentukan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) yang berperan aktif dalam upaya mencegah pelanggaran penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

“Kami masih terus berupaya. Hasilnya sekarang sudah tidak ada kegiatan semacam itu. Meski demikian edukasi tetap diberikan agar masyarakat semakin paham,” imbuh dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk terus meningkatkan kapasitas tangkap ikan dan olahan ikan pihaknya terus memberikan pelatihan kepada para nelayan maupun kelompok pengolah ikan.

“Pelatihan tetap diberikan difasilitasi oleh Kemenerian Kelautan dan Perikanan,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler