fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Proses Pendataan, Pedagang Pasar Akan Ikut Terima Vaksin Sinovac

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan pendataan daftar penerima vaksin ditahap kedua yang menyasar bagi petugas pelayanan publik dan beberapa golongan lain. Nantinya, data tersebut akan digunakan aebagai dasar pengajuan jumlah kebutuhan dosis vaksin ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan sampai dengan sekarang petugas di rumah sakit dan puskesmas masih melakukan vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga medis. Selain itu, petugas juga mempersiapkan data kalangan penerima vaksin ditahap kedua.

Pendataan yang dilakukan menyasar pada mereka yang bertugas dipelayanab publik. Tidak hanya pegawai di lingkungan pemerintahan, melainkan juga menyasar sejumlah kalangan seperti guru, pekerja layanan publik di sektor formal dan informal. Selain itu, pedagang pasar hingga pelaku usaha di sektor wisata dan perhotelan juga masuk prioritas untuk vaksinasi tahap kedua ini.

“Jumlahnya belum pasti. Untuk masyarakat umum kami juga belum melakukan pendataan,” kata Dewi Irawaty.

Selain dari Dinas Kesehatan, pendataan juga melibatkan OPD terkait yang sekiranya mengetahui kondisi di lapangan (jumlah) pelayan publik. Dari data yang berhasil dikumpulkan ini, kemudian akan dikirimkan ke pemerintah pusat untuk bahan pemgajuan kebutuhab dosis vaksin.

“Masih menunggu. Yang tahap pertama untuk medis saja masih berlangsung ini,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, menjelang akhir Januari 2021 kemari Gunungkidul mulai melakukan vaksinasi ke 3.004 tenaga medis dan pejabat teras di lingkup Gunungkidul. Adapun saat itu pemerintah mendapatkan 5.544 dosis vaksin jenis Sinovac.

Kemudian seiring kegiatan tersebut dilakukan, Gunungkidul mendapatkan tambahan vaksis 616 dosis. Dari ribuan tenaga medis yang mendapat jatah vaksin ada beberapa diantaranya yang terpaksa ditunda karena berbagai hal.

“Ada yang hamil, ada yang memiliki hipertensi, dan ada yang memiliki komorbit,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler