fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Dinas Pariwisata Belum Berani Rekomendasikan Keamanan Spot-spot Foto Yang Menjamur di Obyek Wisata

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari, (pidjar.com)–Melejitnya sisi wisata di Kabupaten Gunungkidul tidak dipungkiri sangat erat hubungannya dengan media sosial. Maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat membuat promosi melalui media ini menjadi sangat efektif dan murah. Keberadaan media sosial menjadi kemudahan bagi masyarakat untuk mencari lokasi wisata yang cukup menarik. Banyak sekali wisatawan yang kemudian memutuskan untuk berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul karena melihat lokasi foto di tempat wisata yang telah diupload ke berbagai platform media sosial seperti instagram, facebook, twitter, whatsapp ataupun lainnya.

Lalu bagaimana dengan keamanan lokasi foto tersebut? Lokasi wisata yang digandrungi di Kabupaten Gunungkidul saat ini dibagi menjadi dua. Yakni sisi selatan dengan tebing dan pantai dan sisi utara dengan unggulan pegunungan. Pada lokasi-lokasi ini, para pengelola nampaknya telah menyadari pentingnya membangun spot-spot foto yang instagramable untuk lebih menarik minat pengunjung. Namun yang menjadi catatan saat ini adalah adanya spot-spot foto yang secara keamanan masih belum terjamin.

Berita Lainnya  Masih Diolah Secara Konvensional, Kualitas Singkong Gunungkidul Rendah

“Para pengelola wisata biasanya mendirikan lokasi foto di tanah mereka sendiri, selama ini kami belum bisa memetakan lokasi-lokasi menarik untuk foto yang belum memenuhi standar keamanan,” kata Kepala Seksi Sarana Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto kepada pidjar.com, Senin (08/07/2019).

Ia menyebut satu-satunya Pokdarwis yang memberitahukan apabila akan membuat bangunan yang akan menarik wisatawan ialah Pantai Nglambor. Ia berharap ke depannya, masing-masing Pokdarwis maupun pengelola wisata melaporkan bangunan-bangunan yang nantinya akan menjadi lokasi daya tarik wisata terutama untuk foto.

“Kendala lainnya bagi kami saat ini kami kesulitan mencari lembaga atau badan yang bisa memberikan sertifikasi apakah suatu lokasi ini aman untuk jadi lokasi foto,” bebernya.

Ia mengakui, sejumlah lokasi foto di kawasan pesisir pantai cukup berbahaya. Misalnya secara kasat mata adalah pembangunan spot-spot dengan material kayu sebagai pagar di tebing pantai. Menurutnya, lama kelamaan, lokasi tersebut tentunya akan lapuk terkena ombak maupun faktor lainnya. Sehingga nantinya ada potensi lokasi tersebut rusak dan memicu terjadinya insiden yang bisa membahayakan wisatawan.

Berita Lainnya  Dishub Masih Temukan Jalan Rusak, Perbaikan Harus Selesai H-9

“Belum bisa kami sertifikasi mana yang aman dan yang tidak. Jadi sejauh ini, kami belum bisa memberikan rekomendasi,” tandas dia.

Sementara itu Wakil Komisi B, DPRD Kabupaten Gunungkidul, Edi Susilo meminta para pengelola wisata harus berhati-hati membangun tempat foto di lokasi wisata. Ke depannya ia meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan pembinaan kepada Pokdarwis agar bisa membuat spot-spot foto yang apik namun sekaligus juga aman bagi wisatawan.

Digarisbawahinya, hal ini sangat penting untuk mencegah insiden di spot-spot foto tersebut. Nantinya jika terjadi insiden, tentunya akan sangat mencoreng nama baik pariwisata di Gunungkidul pada umumnya dan lokasi tersebut pada khususnya.

“Kami lihat pembinaan masih sangat minim. Sudah saatnya pemkab melakukan pembinaan, pengawasan, pendampingan kepada pokdarwis,” tandasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler