Pemerintahan
Dinilai Berubah Jadi Lebih Baik, Puluhan Napi Dapat Remisi Kemerdekaan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hari kemerdekaan selalu identik dengan pemberian remisi bagi narapidana yang telah memenuhi syarat. Pada 17 agustus 2019 pagi tadi, sebanyak 45 narapidana di Rutan klas IIB Wonosari mendapatkan kado HUT RI ke 74. Tak hanya itu, 9 anak-anak yang saat ini tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gunungkidl juga mendapatkan remisi.
Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IIB Wonosari, Ardiyana mengatakan, pada hari bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, puluhan narapidana yang berada di di Rutan Klas IIB mendapatkan remisi. Pengurangan hukuman yang diberikan adalah mulai dari 1 bulan potongan masa tahanan hingga 6 bulan potongan masa hukuman. Kendati demikan, tidak ada narapidana yang dinyatakan langsung bebas meski mendapat remisi pada peringatan HUT RI ke 74 ini.
“Untuk yang langsung bebas kali ini tidak ada. Hanya potongan masa hukuman saja,” kata Adriyana, Sabtu (17/08/2019).
Adapun rincian yang mendapatkan remisi yakni mulai dari kasus asusila, lalu lintas, pencurian, pembunuhan, penggelapan, perlindungan anak dan kasus psikotropika. Selain itu, untuk rincian remisi 1 bulan ada 30 napi, 2 bulan ada 4 orang, 3 bulan untuk 2 orang, 4 bulan ada 3 orang, 5 bulan bagi 5 orang, dan 1 orang dengan potongan masa tahanan 6 bulan.
Remisi sendiri dimaknai sebagai apresiasa dari Negara kepada warga binaan yang berhasil menunjukkan sikap perubahan selama menjalani masa hukuman. Kemudian dilihat juga dari beberapa aspek yang ada dari masing-masing narapidana,.
“Ada kriteria dan persyaratan yang harus dilalui selama menjalani hukuman. Nantinya petugas hanya mengentri data kemudian dikirimkan ke Kementrian Hukum dan HAM. Dari pusatlah yang berhak menentukan atas dasar pertimbangan data yang kami kirim,” ucap dia.
Sementara itu Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gunungkidul, Teguh mengatakan, pihaknya memberikan remisi pada 9 tahanan anak. Masing-masing mendapatkan 1 bulan potongan masa hukuman yang telah dijalani.
“Dari 16 narapidana di kami, hanya 9 orang yang mendapatkan remisi karena sisanya merupakan napi yang belum mulai menjalani masa hukuman sehingga tidak bisa diusulkan,” papar Teguh.
Adapun yang mendapatkan remisi yakni anak-anak yang tersandung kasus pencurian, klitih, dan perkara kecelakaan lalu lintas yang proses hukumnya telah diputuskan oleh pengadilan negeri.
-
Uncategorized23 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized18 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized22 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
