fbpx
Connect with us

Pendidikan

Dinilai Telah Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Dua Pondok Pesantren Besar Diperbolehkan Kembali Beroperasi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul membuka rencana untuk mempersilahkan santri kembali ke pondok pesantren. Bahkan, belum lama ini Kemenag telah melakukan peninjauan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) yang ada di Gunungkidul. Tinjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan pengelola pondok dalam menyambut santri dengan protokol kesehatan covid19. Seperti yang diketahui sejak akhir Maret lalu, ribuan santri diliburkan dan dipulangkan lantaran adanya pandemi.

Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Arief Gunadi menyampaikan, saat ini setidaknya ada dua ponpes yang sudah menerapkan protokol kesehatan ketat untuk berbagai kegiatan dan aktivitas. Keduanya, dikatakan Arief telah siap untuk kembali digunakan nyantri.

“Meski sudah siap menerapkan, kami minta ponpes tetap melakukan pengawasan ketat terhadap para santri,” kata Arief, Jumat (11/07/2020).

Arif menyebut, pengawasan perlu dilakukan agar para santri tidak bebas keluar-masuk dari lingkungan ponpes. Mereka pun diminta sebisa mungkin meminimalisir interaksi dengan orang di luar ponpes.

Berita Lainnya  Jumlah Lulusan TK Hanya Separuh Dari Kuota, Banyak SD di Gunungkidul Dipastikan Kekurangan Siswa Baru

“Prosedur protokol kesehatan harus diterapkan secara menyeluruh, mulai saat santri beraktivitas hingga waktu istirahat,” jelas dia.

Sementara itu, ia berpesan kepada pengasuh untuk selalu waspada. Hal ini lantaran mengawasi santri selama 24 jam membutuhkan penanganan yang berbeda dan rumit.

“Kami mempersilakan untuk membuka kembali aktifitas pesantren untuk para santri,” jelasnya.

Salah satu Ponpes yang sudah menyiapkan protokol kesehatan covis19 adalah Darul Quran Wal Irsyad, Wonosari. Aryanto Purbo selaku Ketua Yayasan menjelaskan, pihaknya sudah sangat siap menyambut kembali 878 santri yang dipulangkan sejak Maret lalu.

“Sebelum kembali, para santri harus melakukan karantina mandiri terlebih dahulu selama 14 hari,” jelas Ary dihubungi beberapa waktu lalu.

Bukti karantina ditunjukkan dengan Surat Keterangan dari wali santri dengan format yang sudah disediakan ponpes. Santri pun juga diwajibkan membawa Surat Keterangan Sehat dari fasilitas kesehatan setempat.

Berita Lainnya  Program BOS Afirmasi Segera Digulirkan, Siswa Kelas 6,7 dan 10 Bakal Dapat Fasilitas Gadget

Saat kembali ke ponpes, santri diwajibkan membawa peralatan kebersihan, makan, minum, hingga perlengkapan ibadah pribadi. Begitu juga dengan masker, handuk kecil, hingga hand sanitizer.

Senada dengan Darul Quran, Pondok Pesantren Al Mujahidin pun juga telah bersiap untuk menyambut santri. Pengasuh pondok putri Al Mujahidin, Eko Tuanto mamaparkan, saat ini pihaknya telah menyediakan lokasi untuk cuci tangan.

“Rencananya Agustus para santri sudah diperbolehkan kembali ke pondok,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler