fbpx
Connect with us

Uncategorized

Dinkes Gunungkidul Bantah Kabar Penambahan Kasus Terkonfirmasi Covid19 Yang Meninggal Dunia

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul membantah adanya kabar penambahan pasien yang meninggal dunia dengan status positif covid-19. Hal ini sekaligus membantah kabar beberapa hari lalu di mana muncul sebaran informasi yang menyebut adanya dua orang warga Gunungkidul terkonfirmasi corona yang meninggal dunia. Sampai saat ini, dari catatan Dinkes Gunungkidul, hanya ada 1 orang meninggal dunia dan diketahui positif covid-19. Adanya pasien covid meninggal dunia pun sudah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu.

“Sampai saat ini dari data yang kami pegang hanya ada 1 pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia dan tidak ada penambahan lagi,” ucap Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menanggapi kabar yang muncul terkait tambahan kasus terkonfirmasi yang meninggal dunia, Rabu (15/07/2020).

Di Gunungkidul sendiri berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul, terdapat 190 pasien dalam pengawasan (PDP) di mana saat ini ada 2 yang dirawat di rumah sakit. Sementara untuk PDP yang meninggal dunia berjumlah 29 orang.

Berita Lainnya  Hendak Berangkat Dinas, Mobil Dokter Nyemplung dan Terbalik di Ladang

Dewi menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini, Gunungkidul sudah tidak mengalami penambahan jumlah kasus terkonfirmasi. Meski demikian, pihaknya juga masih melakukan swab tes dalam penelusuran kontak dari sejumlah penambahan kasus yang terjadi belakangan ini.

“Mohon doanya agar kasus terus menurun dan menghilang,” ucap Dewi.

Disinggung mengenai perkembangan penelusuran kasus di Karangmojo, sampai saat ini pihaknya belum dapat menemukan asal muasal kasus yang menyebabkan satu keluarga terpapar covid-19. Sebab, dalam keluarga tersebut, tidak ada yang memiliki riwayat perjalanan luar kota maupun kedatangan tamu dari luar daerah.

“Sampai sekarang tidak dapat disimpulkan,” kata Dewi.

Sementara, Dinkes juga masih melakukan penelusuran terhadap kasus tenaga kesehatan yang menjadi klaster baru di Gunungkidul. Pihaknya juga telah melakukan tracing dengan tes swab kepada mereka yang diduga melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.

Berita Lainnya  Program RTLH Tahap Dua, 14 Kapanewon Dapat Kuota Ratusan Unit

“Semua tenaga kesehatan yang kontak sudah diswab. Sampai saat ini tidak ada penambahan kasus positif,” kata Dewi.

“Sampai saat ini, APD untuk tenaga kesehatan aman terkendali,” pungkas dia.

Sebagai informasi, sampai dengan Rabu siang ini tercatat ada 73 kasus positif. Di mana 52 orang telah dinyatakan sembuh, sementara 20 orang lainnya masih dalam perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler