fbpx
Connect with us

Budaya

Disambut Antusias Ribuan Masyarakat, Pawai HUT Gunungkidul Tampilkan Potensi Budaya

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pawai budaya memperingati Hari Jadi Gunungkidul diikuti oleh ratusan masyarakat dari 18 kecamatan. Tak hanya dari lingkup Kabupaten Gunungkidul saja, melainkan dari kabupaten lain pun juga ikut andil dalam pawai budaya ini. Masing-masing kontingen menampilkan potensi budaya yang dimiliki hingga membuat ribuan pasang mata masyarakat yang hadir terkesima dengan penampilan masing-masing kontingen.

Pantauan di lokasi sejak pukul 13.00 WIB pusat kota Wonosari mulai dari Alun-alun Wonosari.hingga di Jalan Sumarwi sudah mulai dipadati oleh.para penonton. Terlebih di titik-titik yang sekiranya memiliki emperan yang luas menjadi titik kumpul para penonton. Sekitar pukul 14.00 WIB peserta pawai mulai turun ke jalanan untuk menghibur masyarakat Gunungkidul.

Secara keseluruhan, masing-masing kontingen menujukkan potensi mereka. Mulai dari tradisi atau budaya yang masih dilestarikan hingga potensi budaya modern yang tengah dikembangkan oleh masing-masing kecamatan. Dari kecamatan Gedangsari misalnya, menampilkan potensi batik yang tengah menjadi unggulan kecamatan di sebelah utara Gunungkidul ini.

Dari Kecamatan Karangmojo menampilkan tradisi Cing-cing Goling yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat. Adapula yang menampilkan tarian uwong ireng, tarian yang diiringi dengan pertunjukan nagapati, maupun tarian reog tradisional. Tak kalah menariknya dari kabupaten Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan kota Jogja juga ikut meneriahkan pawai budaya ini.

“Tidak seperti tahun-tahun lalu yang jumlah pesertanya lumayan banyak sepertinya. Meskipun sedikit tapi cukup terhibur,” terang salah seorang penonton, Bella Dika.

Rute yang dilalui pun juga hanya singkat yakni dari Alun-alun Wonosari, kemudian mengarah ke Pasar Argosari, Jalan Sumarwi dan kemudian Bundaran Taman Bunga dan kembali menuju ke kawasan Alun-alun Wonosari. Kendati hanya berute pendek, namun antusias penonton pun tetap luar biasa.

Petugas kepolisian dan dinas perhubungan pun juga disiagakan untuk mengatur ruas-ruas jalan yang sekiranya sementara ditutup untuk mempermudah arus lalu lintas di kawasan Kota Wonosari.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan jika ia secara pribadi maupun menjadi pemimpin rakyat cukup mengapresiasi semangat masyarakat yang turut memeriahkan peringatan hari jadi Gunungkidul. Dengan adanya agenda semacam ini, diharapkan masyarakat semakin tergerak kembali dalam melestarikan budaya, tradisi dan seni yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

“Saya cukup mengapresiasi keikutsertaan masyarakat selama peringatan hari jadi Gunungkidul ke 188 ini. Sejak awal kegiatan dimulai hingga sekarang sangat luar biasa,” tutur Badingah.

Usai menujukkan potensi mereka di jalanan, para peserta ini kemudian tampil dihadapan sejumlah pejabat utama Gunungkidul. Nantinya akan dilakukan penilaian dari tim yang telah dibentuk. Usai kirab budaya ini, sejumlah pertunjukan masih akan memeriahkan peringatan HariJadi Gunungkidul dengan tema Sempulur ini.

Pusat tontonan sendiri hari ini juga diadakan di kawasan Ngingrong, Desa Mulo. Sejumlah kesenian juga akan digelar di kawasan pasar digital dan kawasan Geopark ini.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler