fbpx
Connect with us

Peristiwa

Disangka Maling, Pemuda Yang Tengah Kencani Wanita Dihajar Massa

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–WS (26) warga Padukuhan Kemuning, Desa Bunder, Kecamatan Patuk nyaris menjadi korban amuk massa warga Padukuhan Gunungan, Desa Beji, Kecamatan Patuk pada Selasa (05/05/2020) malam tadi. Lantaran bergelagat aneh, warga sempat mengira yang bersangkutan hendak melakukan pencurian di wilayahnya. Akhirnya setelah beberapa waktu memberikan keterangan yang berbelit, WS mengaku bahwa ia sedang berkencan dengan seorang wanita di lokasi sepi itu.

Diceritakan Dukuh Gunungan, Yulfa Aprilia, sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah warga yang melintas di sekitar Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Beji melihat sorot lampu dari balik bangunan puskesmas. Lantaran curiga dengan sinar itu, warga kemudian melapor ke Posko Covid yang terdapat tak jauh dari lokasi.

Belasan warga kemudian menyisir sekitar Pustu tersebut. Warga lantas menemukan sepeda motor Honda Revo bernopol AB 3892 QG dalam posisi terkunci stang. Lantaran pemiliknya tidak terlihat, sepeda motor itu kemudian dibawa oleh warga ke posko penjagaan wilayah.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Berselang 2 jam kemudian, datang seorang laki-laki ke Pustu untuk menanyakan keberadaan kendaraannya. Oleh penjaga di Pustu tersebut, ia diminta untuk datang ke Posko jika ingin mengambil sepeda motornya.

Berita Lainnya  Ditawar Investor dengan Harga Tinggi, Ratusan Hektar Tanah Pesisir Terjual

“Awalnya kan warga curiga kalau maling, pas ditanya dia bilang kalau dari buang air besar,” kata Yulfa Aprilia, Rabu (06/05/2020) saat dikonfirmasi.

Warga sendiri terus curiga lantaran selama berkomunikasi, pemuda itu menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Lantaran hal itu, warga meminta WS untuk menujukkan lokasi ia BAB. Amarah warga langsung pecah ketika sampai di lokasi yang ditunjuk WS, tidak ditemukan adanya bekas BAB. Warga yang salah paham lantas berusaha untuk menyerang WS. Sejumlah pukulan serta tendangan sempat diterima olehnya.

Beruntung kemudian ada salah seorang warga yang berhasil menenangkan warga lainnya. WS lalu dibawa ke rumah salah seorang warga untuk dimintai keterangan. Dalam kesempatan ini, warga setempat memanggil keluarga yang bersangkutan dan dukuh di dari padukuhan Kemuning. Barulah setelah proses panjang, WS akhirnya mengaku jika dirinya di Pustu bersama seorang perempuan. Namun belum sempat melakukan tindakan tidak pantas, sudah berdatangan warga ke lokasi. WS dan teman wanitanya itu lantas memilih kabur dari lokasi dan meninggalkan sepeda motornya.

Berita Lainnya  Alfamart Semanu Dibobol Kawanan Pencuri, Kerugian Capai Puluhan Juta

“Kami kan maish curiga, karena pas handphonenya dicek juga sudah tidak ada riwayat chatnya. Katanya yang perempuan sudah sampai rumah,” jelas dia.

Warga sendiri tetap melakukan penelusuran. Belangan terungkap jika WS dan teman perempuannya telah 3 kali janjian di sekitar Pustu Desa Beji. Namun untuk Selasa malam itu keduanya apes dan terendus oleh warga.

“Masalahnya sudah selesai dan yang bersangkutan telah meminta maaf dan membuat surat pernyataan. Kalau informasi yang saya dapat dia memang pernah perurusan dengan hukum karena curi motor, bahkan belum lama juga baru keluar dari penjara,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler