Pemerintahan
Disiplinkan Masyarakat, Pemkab Segera Terbitkan Perbup Protokol Adaptasi Kebiasan Baru
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Gunungkidul saat ini telah mempersiapkan Peraturan Bupati dalam menyongsong pengendalian corona virus disease 19 pada masa adaptasi kebiasaan baru. Perbup ini rencananya masih akan dilakukan pembahasan final pada Senin (27/07/2020) mendatang. Bahkan sejumlah sanksi disiapkan dalam Perbup ini.
Kepala Bagian Biro Hukum Sekretariat Daerah Kanupaten Gunungkidul, Muhammad Miksan mengatakan, sejalan dengan pemerintah pusat adaptasi kebiasaan baru, Perbup ini disusun untuk memahamkan masyarakat. Bahwa pola adaptasi kebiasan baru merupakan sebuah perubahan budaya hidup agar masyarakat dapat terbiasa dengan tatanan hidup normal yang baru untuk menghadapi penyebaran virus corona.
“Dalam Perbup tersebut tertuang protokol pencegahan dan pengendalian covid19,” ucap Miksan kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Jumat (24/07/2020).
Menurutnya dalam menegakkan perbup ini perlu kerjasama lintas sektoral. Ia menyebut akan ada sejumlah sanksi yang diterapkan.
“Misalnya ada masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker, hukuman maskimalnya denda Rp. 100ribu,” ujar Miksan.
Menurutnya, jika Senin nanti pembahasan tersebut lancar akan dicapai finalnya. Selanjutnya, perbup akan dievaluasi biro hukum Setda DIY. Baru selanjutnya Perbup segera diberlakukaan.
“Hukumannya macam-macam, denda berupa uang itu maksimalnya, ada teguran dan hukuman membersihkan fasilitas umum,” ungkapnya.
Dalam penegakkan Perbup ini, lanjut Miksan, pihaknya akan membentuk tim pengawal penegakkan Perbup. Tujuannya untuk mengawasi masyarakat dan memberikan sanksi bagi yang melanggar.
“Ada upaya represif agar masyarakat menaati,” kata dia.
Saat disinggung mengenai tim pengawal ini, Miksan mengatakan, sejumlah OPD dan instansi lain. Ia mencontohkan seperti Satuan Polisi Pampong Praja, Kepolisian dan OPD terkait seperti Dinas Perhubungan, Perindag maupun Bagian Hukum Setda.
“Tapi ini baru rencana dan belum berlaku,” tandasnya.
Menanggapi perbup ini nampaknya disambut positif masyarakat. Ramadhani misalnya. Menurutnya, adaptasi kebiasaan baru perlu memiliki sanksi yang mengikat.
“Semua orang harus bekerja dan keluar rumah untuk bertahan hidup, tapi harus patuh dan harus ada sanksi agar mereka disiplin,” ujar Ramadhani.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
