fbpx
Connect with us

Sosial

Ditetapkan Suspect Anthraks, Ratusan Warga 2 Padukuhan di Gombang Divaksin

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul memberikan terapi antibiotik terhadap ratusan warga di Padukuhan Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Hal tersebut merupakan upaya pencegahan yang dilakukan terhadap pencegahan terkait dugaan temuan anthraks agar tidak menyebar. Selain itu Dinkes telah mengambil 40 sampel darah yang saat ini masih dalam uji laboratorium.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sejak awal Januari 2020 lalu pihaknya telah menerjunkan personil untuk memberikan antibiotik kepada warga di dua padukuhan tersebut. Mereka yang diberikan ialah yang berpotensi risiko bakteri antraks atau suspect antraks.

“Ada 540 orang yang diberi antibiotik karena suspect anthraks. Mereka yang diberi vaksin karena melakukan kontak langsung dengan sapi mati atau sakit. Misal yang memotong, yang memakan dagingnya, yangg bersih-bersih di lokasi dan lainnya,” beber Dewi, Jumat (10/01/2020).

Selain itu, lanjut Dewi, pihaknya juga telah mengambil sampel darah atau luka yang saat ini masih diuji di BBVET Wates dan Bogor. Sehingga, hingga kini hasilnya pun belum bisa diketahui secara pasti.

Berita Lainnya  Jalur Anyar Gunungkidul-Sleman Terhubung ke Jalan Tol, Pembangunan Dilanjutkan Maret

“Kalau di Bogor itu sangat teliti mereka, jadi ya lama belum bisa kita pastikan kapan hasilnya keluar,” ungkap Dewi.

Pihaknya juga melakukan surveilans selama 120 hari ke depan untuk memantau perkembangan di lokasi. Sebab, untuk masa inkubasi, bakteri antraks sendiri diperkirakan berlangsung selama 1 sampai 60 hari.

“Kita pantau terus selama 120 hari itu. Sehingga kita bisa menentukan langkah-langkah ke depannya,” bebernya.

Dewi menjelaskan, hingga kini kejadian ini tidak disebut menjadi kejadian luar biasa. Dewi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap penyebaran penyakit tersebut.

“Kita sudah memberikan antibiotik, masyarakat jangan khawatir, karena belum ada kasus dari penelitian yang menyebut penularan dari manusia ke manusia,” terang dia.

Untuk upaya antisipasi sendiri pihaknya menekankan untuk pola hidup sehat. Dalam artian hal sepele ialah dengan mencuci tangan dan kaki ketika berinteraksi dengan hewan ternak.

Berita Lainnya  Dapat Beasiswa dan Fasilitas Antar Jemput, Pasha Akhirnya Bisa Lanjutkan Sekolah

“Untuk antibiotik kita sediakan di setiap puskesmas di Gunungkidul. Nanti bisa disebar ke Pustu (puskesmas pembantu),” ucapnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler